Makin Fluktuatif, IHSG Susuri Level 7.700
Petugas kebersihan tampak menyisir teras bursa efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street menyudahi perdagangan akhir pekan lalu menguat. Itu dipicu rebound saham sektor teknologi, dan bitcoin. Indeks Dow Jones untuk kali pertama ditutup di atas level 50 ribu, didukung lonjakan saham berkenaan dengan siklus ekonomi.
Namun, indeks S&P500 dan Nasdaq masih ditutup melemah dibandingkan pekan sebelumnya. Harga emas rebound menjadi USD4,954 per troy oz didorong pelemahan dolar Amerika Serikat (USD). Pekan ini, investor global akan mencermati data tenaga kerja, inflasi AS, inflasi Tiongkok, dan hasil pemilu sela Jepang.
Pekan lalu, Moody’s menurunkan outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif. Namun, tetap mempertahankan peringkat Indonesia di level Baa2, masih dalam kategori investment grade. Itu kemudian diikuti perosotan prospek lima saham perbankan dari stabil menjadi negatif, yaitu BMRI, BBRI, BBNI, BBCA, dan BBTN.
Selain itu, Moody’s juga menurunkan outlook beberapa perusahaan Indonesia dari stabil menjadi negatif, yaitu TLKM, Telkomsel, Pertamina, Pertamina Hulu, MIND ID, ICBP, dan UNTR. Penurunan outlook oleh Moody’s itu, berpotensi meningkatkan risk premium terhadap aset Indonesia dalam jangka pendek.
Sentimen itu, dapat memicu foreign outflow sementara, pelemahan rupiah, dan kenaikan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, tekanan akibat revisi outlook diperkirakan lebih bersifat sementara selama peringkat Indonesia tidak diturunkan dari level investment grade.
Secara teknikal, indeks diperkirakan menguji level support 7.700-7.800. Kalau tekanan berlanjut, indeks berpotensi menguji support 7.500. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menjagokan saham PANI, TLKM, PNLF, CMRY, INTP, dan ERAL sebagai ladang invvestasi, dan koleksi. (*)
Related News
Jeffrey Hendrik Siap Lanjutkan Misi, Bawa BEI Jadi Bursa Kelas Dunia
Terkoreksi 0,94 Persen, IHSG Makin Tenggelam di Penutupan Pekan
9 Sektor Seret IHSG di Sesi I (27/3), Lanjut Melemah ke 7.101
Krisis Energi, Indef Rekomendasikan Transisi Kendaraan Listrik
Seirama Wall Street, IHSG Kembali Terkoreksi
IHSG Tertekan, Gulung Saham BIRD, GGRM, MDKA, dan NCKL





