Mampukah Rekor IHSG 9.174 Bertahan dari Tekanan Gravitasi Rupiah?
Ilustrasi Market Weekly Update. Dok. IDX
Efektivitas strategi "January Effect" atau ekspektasi kenaikan harga saham di awal tahun kini terbentur oleh realitas makroekonomi yang disebut sebagai gravitasi mata uang. Investor diharapkan melakukan uji tuntas dengan tidak hanya memantau pergerakan harga saham secara terisolasi, tetapi juga mengintegrasikan variabel nilai tukar Rupiah dan arus dana asing ke dalam keputusan investasi.
Selama Rupiah belum menunjukkan stabilitas yang meyakinkan di bawah level psikologis Rp17.000, penguatan indeks akan tetap bersifat rentan dan terbatas. Oleh karena itu, prioritas pada likuiditas dan pertimbangan terhadap sektor komoditas yang memiliki eksposur terhadap lindung nilai mata uang menjadi langkah krusial untuk menjaga profil risiko portofolio di tengah potensi volatilitas pasar yang lebih tinggi.
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya milik Anda, riset ini adalah instrumen edukasi, bukan instruksi transaksi.
Related News
Apakah INET Adalah Jawaban Atas Dahaga Infrastruktur Digital Bangsa?
Bukan Sekadar Yogurt, Kanzler Jadi Lokomotif Utama Pertumbuhan CMRY
Masihkah Telkom Indonesia Menjadi Safe Haven di Era Danantara?
Dilema Valuasi NEST: Menguji Resiliensi Model Bisnis Tanpa Utang
Akankah Narasi Besar PGEO Berlabuh di Realitas Eksekusi Operasional?
Menakar Prospek CBDK: Ekspansi Strategis PIK 2 dan Navigasi Makro





