Manuver Harga TRIN Disorot BEI, Begini Jawaban Dirut Ishak Chandra
Ilustrasi PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN)
EmitenNews.com - Manajemen PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) menepis adanya dugaan kebocoran informasi di balik lonjakan harga saham perseroan jelang RUPSLB Desember 2025.
Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, dalam surat jawaban kepada Bursa Efek Indonesia tertanggal 21 Januari 2026, menjelaskan bahwa kenaikan harga saham sejak Oktober 2025 murni merupakan respons pasar, bukan akibat beredarnya informasi material nonpublik dari internal perseroan.
Sebagaimana diketahui, harga saham TRIN melonjak tajam sejak awal Oktober 2025. Dari harga pembukaan Rp108 per saham pada 1 Oktober 2025, saham TRIN tercatat telah naik hingga sekitar 14,9 kali lipat per penutupan 15 Januari 2026. Padahal, pengumuman pertama terkait masuknya Rahayu Saraswati Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama baru disampaikan ke publik melalui ringkasan risalah RUPSLB pada 2 Desember 2025.
Menanggapi hal tersebut, manajemen menegaskan tidak menemukan indikasi kebocoran informasi internal, khususnya yang berkaitan dengan perubahan susunan Dewan Komisaris maupun rencana penambahan kepemilikan saham sebelum RUPSLB digelar.
“Peningkatan harga saham dipandang sebagai dinamika perdagangan dan sentimen pasar secara umum, serta tidak didasarkan pada informasi material nonpublik yang berasal dari perseroan,” tulis Ishak, dalam surat penjelasannya.
Manajemen juga mengungkapkan bahwa TRIN telah memiliki kebijakan internal terkait pengelolaan dan pengamanan informasi material yang belum dipublikasikan, termasuk pembatasan akses dan kewajiban menjaga kerahasiaan informasi sesuai ketentuan pasar modal.
Namun demikian, perseroan mengakui belum memiliki kebijakan tertulis mengenai blackout period bagi insider. Menyikapi masukan dari otoritas, TRIN menyatakan akan segera menyusun kebijakan tersebut sebagai bagian dari penguatan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Hingga saat ini, manajemen menegaskan tidak terdapat informasi atau kejadian material lain yang dapat mempengaruhi harga saham TRIN selain yang telah diungkapkan kepada publik.
Manuver harga saham TRIN terpantau berlangsung mulai awal Oktober 2025. Harga TRIN yang mulanya di level dekat Rp100 per saham mendadak naik hingga tembus Rp1.360 yang merupakan level tertinggi tahunan pada 10 Desember 2025. Hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, harga TRIN terpantau naik 275 poin atau 22 persen ke Rp1.525 per saham. Harga tertinggi sepanjang Januari 2026 ini yaitu Rp1.740 yang dicatat pada 7 Januari 2026.
Related News
Sama-sama Bayar Dividen Hari Ini, SOHO dan EAST Bergerak Beda Arah
PSDN Jual Lahan Rp67 Miliar untuk Beli Kopi dan Bayar Gaji Karyawan
Emiten Sawit (NSSS) Ketok Perubahan Susunan Dewan Komisaris
Kena Cecar BEI soal Volatilitas NPDF, Nusa Gemilang Beri Jawaban Ini
Aktivitas Sosial, BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir Agam
Bermodal Rp10 Miliar, MPX Dirikan Anak Usaha Baru





