Masuk Book Building, Dharma Polimetal Siap Ambil Kue Komponen Kendaraan Listrik Pasca IPO
:
0
EmitenNews.com - PT Dharma Polimetal Tbk perusahaan manufaktur komponen otomotif milik Triputra Group yang sedang merencanakan melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di akhir 2021 ini, menyatakan telah siap mengambil peluang produksi komponen yang dibutuhkan oleh kendaraan listrik/electric vehicle (EV) di Indonesia.
Perseroan telah menentukan ticker saham yang akan di gunakan pada papan BEI yaitu DRMA. calon emiten tersebut tengah dalam fase book building sejak 19 Nov 2021 hingga 30 Nov 2021, untuk harga penawaran diperkirakan berada di range Rp 500 - Rp 620. Jumlah Saham Ditawarkan sebanyak 705.882.300 saham atau 7.058.823 Lot untuk aksi korporasi ini perseroan menunjuk Penjamin Emisi Efek Sucor Sekuritas dan CIMB Niaga Sekuritas.
Dalam menyambut era transformasi dari internal combustion engine menuju EV di Indonesia, DRMA mulai memproduksi komponen-komponen yang digunakan dalam kendaraan listrik seperti komponen badan dan chassis kendaraan menggunakan high-tensile steel, battery pack, sensor-sensor, battery management system, hingga wiring harness.
Presiden Direktur DRMA, Irianto Santoso, mengungkapkan, .Saat ini pemerintah terus mendorong pelaku industri otomotif untuk mendukung perkembangan kendaraan listrik dengan memberikan insentif dan membuat roadmap untuk EV, melihat hal tersebut Perseroan mempersiapkan diri melalui teknologi dan sumber daya manusia yang mampu memproduksi komponen untuk kendaraan listrik..
Lebih lanjut, Irianto menjelaskan bahwa baterai EV memiliki berat yang sangat besar sekitar 30% dari total berat kendaraan. Sehingga, berat kendaraan perlu dibuat lebih ringan untuk kompensasi berat baterai. Salah satu cara untuk meringankan berat kendaraan adalah dengan menggunakan material high-tensile steel.
Related News
Target Freeport Produksi Emas 700 Ribu Ons, Setoran ke Negara Rp47T
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta, Bolanya Kini di Tangan Menkeu
Pertamina Pulihkan Layanan SPBU Pascagempa di Flores Bertahap
Sentralisasi Bikin 490 Pemda Alami Tekanan Fiskal
Meningkat Target Kemitraan Sawit Rakyat PalmCo, Jadi 64.176 Hektare
Target Realisasi Investasi 2027 Rp2.322T, Menteri Rosan Pastikan Ini





