Mau IPO, Intip Kinerja SWAP dan Alokasi Dananya Untuk Apa
:
0
Mau IPO, Intip Kinerja PT Swayasa Prakarsa (SWAP) dan Alokasi Dananya Untuk Apa. Foto: EmitenNews
EmitenNews.com - PT Swayasa Prakarsa berencana melantai di Bursa pada 10 September 2026 mendatang, dengan memakai kode ticker SWAP sebagai identitasnya di panggung pasar saham.
Rencananya, perseroan riset kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) itu membidik dana segar hingga Rp45,22 miliar, yang akan digunakan untuk modal kerja hingga pembayaran hutang.
Lebih lanjut, dana yang nantinya diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham, setelah dikurangi biaya emisi efek, sebanyak Rp15,80 miliar akan dipakai jadi modal kerja. Meliputi Rp5 miliar beli bahan baku, Rp2,3 miliar untuk beli peralatan penunjang porduksi, sekitar Rp4,6 miliar untuk operasional perseroan, Rp500 juta buat peningkatan SDM, sekitar Rp400 juta untuk sistem informasi berupa sistem ERP, Rp2 miliar digunakan untuk pemasaran dan jejaring, serta sekitar Rp1 miliar untuk pengembangan portofolio.
Lalu, sebesar Rp12,2 miliar bakal dipakai belanja modal perseroan, meliputi Rp10,7 miliar untuk pembangunan gedung baru di Cangkringan, Kalasan. Selain itu, sekitar Rp500 juta bakal digunakan untuk pembelian aset gedung baru seperti furniture, AC, interior, hingga instalasi, dan sekitar Rp1 miliar untuk beli kendaraan.
Terakhir, dana hasil penawaran umum saham, sebesar Rp12 miliar bakal dipakai untuk membayar hutang, dengan rincian Rp2 miliar ke PT Gama Multi Usaha Mandiri alias induk perseroan, dan sebesar Rp10 miliar untuk melunasi hutang ke Yayasan UGM. Adapun untuk bungan pinjaman, peseroan akan menggunakan pendanaan yang bersumber dari kas perseroan.
Kinerja Perseroan 2 Bulan Pertama 2026
Dalam prospektusnya, SWAP membeberkan kondisi kinera keuangan perseroan, di mana pada 2 bulan pertama 2026, membukukan pendapatan Rp588 juta, meningkat 28,16 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp459 juta.
Meski begitu, beban pokok pendapatan mencapai Rp484 juta, meningkat dari periode lalu sebesar Rp313 juta atau sekitar 54,46 persen.
“Peningkatan ini terutama disebabkan pembelian bahan baku pembuatan ventilator,” sebagaiman tertulis di prospektus, dikutp Senin (24/8).
Alhasil, laba kotor di 2 bulan pertama ini tercatat sebesar Rp104 juta atau turun 28,26 persen dari tahun lalu sebesar Rp146 juta. Kendati terdapat penurunan beban usaha menjadi Rp905 juta dari sebelumnya Rp1,01 miliar, SWAP masih mencatat rugi di dua bulan pertama 2026.
Related News
IHSG Makin Berotot, IPOT Jagokan Saham-saham Berikut
Proyeksi IHSG Awal Pekan, Analis Waspadai Potensi False Break
Sentimen FTSE Warnai Gerak IHSG
Ekonomi Digital Asia Pasifik Diproyeksi Capai US$1,4 Triliun pada 2030
IHSG Berpeluang Menguat ke 6.600, Didorong Rupiah–Likuiditas Domestik
IHSG Jumat (21/8) Menguat, Asing Borong Bersih 0,97T Incar BBRI–TPIA





