MEJA Ungkap Fakta Terkini Rencana Akuisisi Triple B
Pengurus Harta Djaya menilik dari dekat pergerakan saham perseroan usai listing di Main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Harta Djaya Karya (MEJA) mengungkap perkembangan terkini akuisisi perseroan. Pengambilalihan oleh Bisnis Berkay Bersama dan Triple Berkah Bersama (Triple B) masih on the track. Triple B sebagai calon pengendali baru dalam proses negosiasi.
”Triple B yaitu Bisnis Berkah Bersama dan Triple Berkah Bersama sebagai calon pengendali baru masih terus melakukan negosiasi, dan proses due diligence,” tutur Richie Adrian Hartono S, Direktur Utama Harta Djaya Karya.
Oleh karena itu, perseroan belum menerima informasi mengenai strategi bisnis dari Triple B, termasuk value added yang akan diperoleh perseroan, pengendali perseroan, dan pemegang saham publik. ”Perseroan belum menerima ada tidaknya rencana perubahan kegiatan usaha atau operasional,” imbuh Adrian.
Kalau rencana akuisisi tuntas, Triple B akan melaksanakan hal-hal yang telah ditentukan peraturan Otoritas Jasa keuangan (POJK) seperti pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO). ”Dan, perseroan berkomitmen tetap menjadi perusahaan terbuka,” tegas Adrian.
Bertindak sebagai pemegang saham, direktur, dan penerima manfaat akhir alias ultimate beneficial owners (UBO) Bisnis Bersama Berkah, dan Triple Berkah Bersama alias Triple B yaitu Noprian Fadli. Kalau transaksi beres, UBO perseroan yaitu Noprian Fadli, dan Agustin Widyawati.
Sebelumnya, pada 18 September 2025 lalu, Triple B mengumumkan akan mencaplok 45 persen saham Harta Djaya. Proses akuisisi tersebut diklaim sebagai bagian dari strategi investasi, dan rencana pengembangan usaha Triple B bersama investor-investor lain. (*)
Related News
Usai Emtek, Komut SCMA Adi Sariatmadja Ikut Aksi Borong Saham
Baru Saja Suspensi Dicabut, TAMA Kembali Senggol ARA
Lepas Dari Pengawasan BEI, EURO Langsung Ngegas
Broker Boy Thohir (TRIM) Tawarkan Obligasi Rp250 Miliar, Ini Tujuannya
Ekspansi Kredit, BANK Jajakan Sukuk Wakalah Rp500 Miliar
Longsor 441 Persen, Sudahi 2025 UCID Boncos Rp1,19 Triliun





