EmitenNews.com - Akses terhadap pelatihan keterampilan dan peluang ekonomi yang setara masih menjadi tantangan bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Tidak hanya dalam memasuki dunia kerja formal, sebagian penyandang disabilitas juga menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan, pelatihan pengembangan kapasitas, serta dukungan untuk membangun kemandirian ekonomi. 

Melihat tantangan tersebut, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) menghadirkan program MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi) sebagai pengembangan program CSR unggulan Perseroan, yaitu Life Skill Training Center (LSTC). 

Dalam keterangannya yang diterima Kamis (11/6/2026), GM Corporate Communication & Sustainability MPMX Natalia Lusnita menyampaikan LSTC merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi MPMX yang telah berjalan sejak 2015 melalui pemberian skill yang berkaitan dengan keahlian bisnis perusahaan. Pada awal pelaksanaannya, LSTC diinisiasi sebagai respon atas kebutuhan akan mekanik, kemudian terus berkembang dengan membuka akses kemitraan pengemudi di MPMRent. Seiring waktu, program terus berlanjut dan berkembang dengan bentuk penguatan literasi keuangan dan pengelolaan risiko finansial pribadi dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas, termasuk komunitas pengemudi ojek online, taksi online, dan mahasiswa.

Tahun ini, MPMX memperluas arah program LSTC dengan menyasar kelompok penyandang disabilitas. Pengembangan ini dilakukan untuk mendorong kesetaraan akses terhadap edukasi dan peluang ekonomi, sekaligus mendukung terciptanya kemandirian finansial yang lebih inklusif. Itu dijalani melalui pembekalan literasi keuangan, pengelolaan risiko usaha dan finansial, literasi keamanan digital, penguatakepercayaan diri, serta pendampingan usaha. 

Menggandeng Mien R. Uno Foundation sebagai mitra pelaksana, program MPM BISA menyasar 30 wirausaha penyandang disabilitas, dari kelompok teman netra dan teman daksa. Para peserta tersebut dipilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara untuk melihat kebutuhan, potensi, serta motivasi mereka dalam mengembangkan usaha.

MPM BISA Juga Dirancang Sebagai Ruang Kolaborasi

Menurut Natalia Lusnita MPM BISA dirancang bukan hanya sebagai program pelatihan, tetapi sebagai ruang kolaborasi yang lebih inklusif dengan melibatkan teman-teman penyandang disabilitas sebagai bagian dari perjalanan bersama untuk tumbuh dan berkembang. Pihaknya ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman?teman penyandang disabilitas pelaku UMKM melalui berbagi pengetahuan terkait literasi—baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan. 

MPMX percaya bahwa setiap pelaku usaha memiliki potensi yang besar, dan akses terhadap pengetahuan dapat menjadi salah satu kunci untuk membuka peluang tersebut. Bagi MPMX keberlanjutan yang sesungguhnya dibangun melalui kesempatan setara, pemberdayaan, dan penciptaan dampak yang dapat dirasakan secara nyata.

“Harapannya, program ini dapat menjadi bagian kecil dari upaya bersama untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih inklusif,” jelasnya.

Melalui MPM BISA, Perseroan ingin mendukung wirausaha penyandang disabilitas agar memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan kapasitas yang lebih kuat untuk mengembangkan usaha mereka.