EmitenNews.com - Famon Awal Bros Sedaya alias Primaya Hospital (PRAY) sepanjang kuartal pertama 2023 mencatat laba bersih Rp92,16 miliar. Menanjak 60 persen dari periode sama tahun sebelumnya Rp57,50 miliar. Dengan begitu, laba per saham dasar menjadi Rp6,60 dari episode sama tahun sebelumnya sejumlah Rp4,44 per lembar. 


Pendapatan bersih Rp434,40 miliar, melesat 12 persen dari edisi sama tahun lalu Rp385,97 miliar. Beban pokok pendapatan Rp308,58 miliar, membengkak dari posisi sama tahun sebelumnya Rp281,57 miliar. Laba kotor Rp125,81 miliar, melejit 20 persen dari episode sama tahun sebelumnya sebesar Rp104,39 miliar. 


Beban usaha Rp70,66 miliar, naik dari Rp59,23 miliar. Laba usaha Rp55,15 miliar, melonjak dari Rp45,16 miliar. Penghasilan lain-lain Rp69,85 miliar, melesat dari Rp46,59 miliar. Beban lain-lain Rp20,87 miliar, mengalami penyusutan dari Rp28,13 miliar. Jumlah penghasilan lain-lain bersih Rp48,97 miliar, meroket dari Rp18,45 miliar. 


Laba sebelum pajak penghasilan Rp104,13 miliar, surplus 63 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp63,61 miliar. Jumlah pajak penghasilan bersih Rp8,66 miliar, mengalami pertumbuhan sekitar 29 persen dari episode sama tahun sebelumnya Rp6,67 miliar. Laba periode berjalan Rp95,46 miliar, melambung 67 persen dari edisi sama tahun lalu Rp56,94 miliar. 


Jumlah ekuitas Rp2,79 triliun, mengalami lonjakan dari posisi alhir tahun sebelumnya Rp2,70 triliun. Jumlah liabilitas Rp1,42 triliun, menanjak dari akhir tahun lalu sebesar Rp1,25 triliun. Total aset Rp4,21 triliun, mengalami lompatan signifikan dari periode akhir tahun sebelumnya sejumlah Rp3,95 triliun. (*)