EmitenNews.com - United Tractors (UNTR) paruh pertama 2026 mengemas pendapatan bersih konsolidasian Rp58,3 triliun. Susut 15 persen dibanding periode sama tahun lalu Rp68,52 triliun. Penurunan itu terutama karena penjualan emas lebih rendah Agincourt Resources, penurunan kinerja segmen alat berat dan pertambangan batu bara termal dan metalurgi sebagai dampak alokasi RKAB batu bara nasional tahun 2026 lebih rendah.

Kondisi itu, sebagian dapat diimbangi peningkatan pendapatan sektor kontraktor penambangan terutama didorong penguatan kurs USD. Laba bersih tidak termasuk non-recurring items turun 48 persen menjadi Rp4,3 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp8,2 triliun. Laba setelah pajak yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp956 miliar, drop 88 persen dari episode sama tahun lalu Rp8,13 triliun.

Itu terutama karena penjualan emas lebih rendah Agincourt Resources. Penjualan emas merosot Tambang Emas Martabe tersebab penghentian sementara operasional tambang. Tambang Emas Martabe kembali melanjutkan operasi pada periode pelaporan kuartal kedua. Perseroan mencatat non-recurring items senilai Rp3,3 triliun, terdiri dari penurunan nilai atas Supreme Geothermal Energy, dan pembayaran kegiatan sebelumnya kawasan hutan, sehubungan dengan Persetujuan Pemanfaatan Kawasan Hutan (PPKH) di Tambang Nikel Stargate.

Per 30 Juni 2026, perseroan mencatat utang bersih Rp9,4 triliun, dengan rasio gearing 8,5 persen, dibanding posisi akhir 2025 dengan kas bersih Rp7,7 triliun. Perubahan itu, utamanya mencerminkan akuisisi perusahaan pertambangan emas, dan program pembelian kembali saham. (*)