Menakar Potensi dan Target Saham Indosat (ISAT) Ditengah Rencana Ekspansi Bisnis IOT

EmitenNews.com -Rencana bisnis emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) untuk tidak hanya berpatok pada solusi konektivitas dan merambah solusi teknologi internet of things (IoT), diprediksi menjadi sentimen positif di pasar saham.
Mengutip data aplikasi perdagangan sejak akhir tahun lalu sampai Jumat (10/11), pergerakan harga saham ISAT menguat dari 5.825 menjadi 9.175, naik 9.175 poin atau 57,51% secara year to date (YtD).
Head of Research Center PT. Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Roger MM mengatakan bahwa rencana ISAT agar tidak hanya berpatok pada solusi konektivitas, melainkan juga solusi IoT akan mendapat apresiasi dari pelaku pasar. "ISAT juga merambah IoT di sektor pertambangan dan perkebunan," kata Roger dalam keterangan tertulis, Jumat (10/11).
Sebelumnya VP Industry Solution Indosat Afief Helmi Basir mengaku saat ini Indosat sudah mulai merambat ke layanan smart mining dan smart plantation.
"Kita memberikan layanan IoT, kita mencoba untuk memperluas, tidak hanya terbatas di konektivitas itu sendiri, kita mencoba memberikan layanan-layanan berupa solusi baik dari sektoral maupun industri," ujar Afief pada paparannya, Rabu (8/11).
Adapun perusahaan yang telah bekerja sama dengan Indosat adalah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM).
Menurut Afief, kehadiran solusi teknologi IoT ini juga merupakan solusi dari mahalnya teknologi baru tersebut. Alhasil, diharapkan dengan bekerja sama dengan Indosat, perusahaan pertambangan dapat mengurangi belanja modal (capex) yang harus dikeluarkan pada awal produksi.
"Jadi kita beri layanan act on services. Jadi kita coba minimalisasi investasi capex ini di depan dengan memberikan layanan yang tentunya connectivity menjadi act on services," ujar Afief.
Related News

Surplus 32,64 Persen, SSIA 2024 Raup Laba Rp234,22 Miliar

Melesat 62,5 Persen, BCAP 2024 Catat Laba Rp126 Miliar

Waspada Penipuan Lebaran! BRI Bagikan Tips Cegah Kejahatan Siber

Chandra Asri (TPIA) & Glencore Rampungkan Akuisisi Shell di Singapura

Lebaran Praktis! Transaksi QRIS Makin Nyaman dengan BRImo

Tumbuh Minimalis, GJTL 2024 Raup Laba Rp1,18 Triliun