EmitenNews.com - Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, M Nafan Aji menyebut pergerakan IHSG diperkirakan menguat terbatas setelah membentuk pola bearish pin bar. Sementara itu, indikator Stochastics K_D dan RSI masih menunjukkan sinyal positif, namun indikator volume mulai menurun.

Diketahui, pada perdagangan Rabu (17/6), IHSG terseok dengan melemah 0,55 persen atau turun 34,2 poin ke level 6.220,74. Pergerakan indeks sempat menyentuh titik terendah di 6.179,66 dan sempat mencapai titik tertinggi intraday di 6.377,96.

Tercatat, saham yang beredar diperdagangkan mencapai 34,1 miliar saham dengan turnover hingga Rp24,7 triliun. Sebanyak 391 saham melemah, 288 saham menguat, dan 137 saham lainnya stagnan.

Karena itu, untuk perdagangan hari ini Kamis (18/6) IHSG akan bergerak dengan support area di kisaran 6.178 dan 6.058, sedangkan resistance area di kisaran 6.287 dan 6.516.

“Sementara itu, para pelaku pasar tengah mengantisipasi pengumuman dari MSCI dimana probabilitas downgrade dari Emerging Market ke Frontier Market diprediksikan masih relatif kecil. Ditambah lagi bila pembekuan sementara dicabut, maka bobot berbagai saham big caps berpotensi naik dan memicu inflow dana global,” ujar Nafan dalam risetnya, Kamis (18/6).

Sejumlah saham juga turut direkomendasikan Mirae Asset untuk dicermati, seperti AKRA, FORE dan JPFA.

Wawan Hendrayana juga mewanti-wanti adanya potensi koreksi. Karena secara teknikal support IHSG saat ada di 6.100. Menurutnya, sepanjang tidak ditutup melemah di bawah itu tren penguatan IHSG masih berlanjut.

"Secara teknikal support IHSG ada di 6.100 untuk saat ini, sepanjang tidak ditutup melemah di bawah itu trennya masih rebound," ujarnya.

Riset MNC Sekuritas juga menyebutkan, bahwa posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, adapun penguatan IHSG kami perkirakan akan menguji di 6.476-6.577, namun demikian tetap cermati akan adanya koreksi dari IHSG ke level area 6.113-6.176.

Sejumlah saham juga turut direkomendasikan MNC Sekuritas, di antaranya: