EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan jatuh ke zona merah meski melesat di awal perdagangan Kamis (6/8/2026). Indeks komposit ditutup turun tipis 7,42 poin atau 0 12% ke 6.343,71.

Sebanyak 337 saham melemah dan menekan indeks ke zona merah. Sebanyak 265 menguat dan 192 saham lainnya stagnan

Transaksi ramai melibatkan 54,9 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 2,67 juta kali. Total nilai transaksi mencapai Rp18,18 triliun.

Saham Bakrie & Brothers (BNBR) tercatat sebagai saham teraktif dengan volume perdagangan 8 miliar saham. Harganya menguat 3,96% ke Rp105 per saham. Saham terafiliasi Grup Bakrie dengan volume perdagangan terbesar berikutnya Graha Andrasentra Propertindo (JGLE) sebanyak 5,4 miliar saham dan menguat 20,48% ke Rp100 per saham.

Berikutnya adalah Karya Pacific Energy (IATA) 5,2 miliar saham harga menguat 21,88% ke Rp117, dan Bumi Resources (BUMI) 4,3 miliar saham, harga stagnan di Rp179 per saham.

Untuk transaksi tertinggi dipimpin Dian Swastatika Sentosa (DSSA) Rp1,2 triliun, Chandra Asri Pacific ((TPIA) Rp879,2 miliar, dan BNBR sebesar Rp851,7 miliar. Seluruhnya mencatat penguatan harga saham.

Di jajaran LQ45, Merdeka Battery Materials (MBMA) memimpin top losers setelah harganya turun 3,64% ke Rp530, disusul Merdeka Copper Gold (MDKA) melemah 2,41% ke Rp2.840, dan XL Smart Telecom (EXCL) merosot 2,34% ke Rp2.500 per saham.

Untuk top gainers LQ45 yaitu Pertamina Geothermal Energy (PGEO) naik 7,92% ke Rp1.090 per saham, Petrindo Kaya Kreasi (CUAN) naik 6,67% ke Rp720, dan Hartadinata Abadi (HRTA) menguat 6% ke Rp2.120 per saham.