EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak mix cenderung menguat. Kondisi tersebut mengikuti sentimen bursa regional. Secara internal, pasar akan menanti rilis data inflasi Indonesia dengan perkiraan turun menjadi 5,5 persen.
Lalu, data S&P Global Manufacturing PMI November sebelumnya berada di level ekspansi 51.8. ”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 7.010, dan resisten 7.105,” tutur Ayu Dian, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Kamis (1/12).
Secara teknikal, Indeks membentuk candle bullish kuat diikuti peningkatan volume beli. Alhasil, Indeks masih berpotensi menguji resistance. Beberapa saham memiliki potensi naik perdagangan hari ini antara lain BBRI, PTRO, ADRO, BBNI, HRUM, AGII, MAPI, ARKO, dan PTBA.
Pada perdagangan kemarin, Indeks menguat 0,99 persen menjadi 7.081. Beberapa sektor mengalami penguatan di antaranya financial naik 1,80 persen, healthcare surplus 1,20 persen, dan consumer non-cyclical menguat 0,89 persen. Investor asing membukukan net buy pasar regular Rp521,27 miliar. Saham-saham paling banyak dibeli investor asing antara lain BMRI, BBNI, BBCA, BBRI, dan BUKA.
Sementara itu, ketiga indeks utama AS kompak menguat. Penguatan didorong statement Jerome Powell The Fed memungkinkan tidak terlalu agresif menaikkan suku bunga setelah Desember 2022. Selain itu, rilis data ADP Employment Change November naik 127 ribu, namun di bawah ekspektasi pasar 200 ribu.
Pagi ini, bursa Asia menghijau. Indeks Nikkei 225 menguat 1,56 persen, diikuti index Kospi juga menanjak 0,88 persen. Pada pagi ini, Korea merilis GDP kuartal III-2022 tumbuh 3,1 persen YoY atau lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya 2,9 persen YoY. (*)
Related News
IHSG Akhir Pekan Melesat ke 6.401, CUAN Top Loser LQ45
Pidato Prabowo Sengat IHSG, Indeks Berbalik Reli 0,56% di Akhir Sesi I
Prabowo Sebut Keuntungan BUMN Naik 2 Kali Lipat dalam 2 Tahun
Menyambut HUT ke-81 RI, IHSG Jumat Dibuka Terkoreksi 0,18 Persen
IHSG Tertekan 1,13 Persen, MNC Sekuritas Ungkap Dua Skenario
Di Tengah Sentimen MSCI, Kiwoom Masih Bidik IHSG ke 7.000





