Mengekor Wall Street, IHSG Cenderung Koreksi
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kompak ditutup melemah. Itu dipicu kembali tekanan jual terhadap saham sektor teknologi berbasis AI. Pasalnya, investor khawatir investor terhadap valuasi saham teknologi berbasis AI dinilai sudah mahal.
Selain itu, koreksi data ketenagakerjan juga menjadi tambahan sentimen negatif pasar. Qualcom ditutup melemah 3,63 persen setelah melaporkan kinerja keuangan kuartal ketiga lebih baik dari ekspektasi namun di waktu mendatang perseroan kemungkinan akan kehilangan kerja sama bisnis dengan Apple.
Saham berbasis AI lain yaitu Advanced Micro Devices drop 7,27 persen, Palantir Technologies susut 6,84 persen, Nvidia melorot 3,65 persen, dan Oracle terkoreksi 2,60 persen. Sementara itu, data ketenagakerjaan Oktober lalu terjadi pemutusan hubungan kerja 153.074 orang, naik 183 persen mom, dan 175 persen yoy tertinggi sejak 2003.
Pelemahan indeks bursa Wall Street seiring kekhawatiran investor terhadap valuasi saham berbasis AI diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lompatan harga batu bara berpeluang menjadi sentimen positif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah.
Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 7 November 2025, indeks akan menysir kisaran support 8.270-8.205, dan resistance 8.405-8.470. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia investor mengoleksi saham ?ADMR, ADRO, ISAT, BBRI, ASII, dan PGAS. (*)
Related News
BTN Pacu Ekosistem Perumahan, Bangun Hunian hingga KPR 40 Tahun
IHSG Awal Pekan Tutup di Bawah 6.200, GOTO Kini Bukan Saham Gocap Lagi
Aturan Rp1 & Evaluasi FCA Berlaku, IHSG (28/9) Dibuka Jeblok Nyaris 1%
Gocap Tapi Jumbo! GOTO Jadi Raja Market Cap Rp57T di Harga Rp50
Saham yang Bisa Dicermati Hari Ini, Cek Apa Saja!
IHSG Tertekan, Koleksi Sejumlah Saham Berikut





