Mengekor Wall Street, IHSG Lanjut Menguat
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall kembali ditutup kembali melanjutkan penguatan. Kondisi itu, mengantarkan S&P500 ke level tertinggi sepanjang sejarah. Itu seiring soliditas kinerja emiten kuartal kedua 2025, dan data ekonomi menunjukkan tren positif.
Berdasar data FactSet, dari sejumlah emiten konstituen S&P500 telah melaporkan kinerja, 88 persen di antaranya melampaui ekspektasi pasar. Kondisi tersebut membuat konfidensi investor makin menebal. Sementara itu, beberapa data menunjukkan, ekonomi Amerika Serikat (AS) masih dalam kondisi cukup kuat.
Klaim pengangguran mingguan berakhir pada 12 Juli 2025 tercatat mengalami penurunan 7 ribu menjadi 221 ribu. Penjualan ritel Mei 2025 juga lebih baik dari ekspektasi yaitu naik 0,6 persen secara bulanan mom dari periode April 2025 turun 0,9 persen mom.
Penguatan kembali indeks bursa Wall Street, dan lonjakan harga beberapa komoditas diprediksia menjadi sentimen positif pasar. Sementara itu, aksi beli investor asing berpeluang menjadi tambahan katalis positif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi melanjutkan penguatan.
Sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 18 Juli 2025, indeks akan memutari kisaran support 7.225-7.165, dan resistance 7.350-7.410. Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor investor untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, TLKM, ISAT, BREN, PSAB, MEDC, dan JPFA. (*)
Related News
Flash Crash IHSG: Sempat Anjlok 2,3 Persen, Saham Blue Chip Ini Anteng
IHSG (12/1) Parkir di 8.947 Saat Makan Siang, Saham Emas Kian Ceria
Kemenhub Alokasikan 150 Unit Bus Sekolah Sepanjang 2025
Tren Penurunan Bunga Simpanan Makin Tak Tertahan
Saham Belum jadi Pilihan, Inflow ke Emerging Markets Tertekan
Kontribusi Nilai Tambah Bruto Perusahaan di KEK Rp19,6 Triliun





