EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street mengakhir perdagangan pekan lalu mayoritas menguat. Kondisi itu, mengantarkan S&P 500, dan Nasdaq mencatat rekor tertinggi teranyar. Itu setelah data Non farm payrolls November 2024 membukukan penambahan jumlah pekerja sedikit lebih baik dari ekspektasi.

Namun, tidak cukup kuat untuk mencegah pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada pertemuan pekan depan. Pada November 2024 lalu, tercatat ada penambahan jumlah pekerja 227 ribu, sedikit lebih tinggi dari ekspektasi 214 ribu. Di sisi lain, angka Oktober 2024 direvisi naik menjadi 36 ribu dari 12 ribu. 

Sementara itu, tingkat pengangguran naik menjadi 4,2 persen dari sebelumnya 4,1 persen namun sesuai dengan ekspektasi pasar. Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, peluang pemangkasan suku bunga acuan paska rilis data nonfarm payrolls diprediksi menjadi sentimen positif pasar. 

Sementara itu, aksi jual investor asing berangsur mereda, dan beberapa kebijakan pemerintah mulai terlihat jelas diprediksi menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 9 Desember 2024, IHSG diprediksi melanjutkan penguatan dengan kisaran support 7.330-7.280, dan resistance 7.435-7.490. 

Berdasar data dan fakta tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan para pelaku pasar untuk mengoleksi sejumlah saham berikut. Yaitu, Elnusa (ELSA), XL Axiata (EXCL), Japfa (JPFA), Barito Energy (BREN), Goto Group (GOTO), dan BSI (BRIS). (*)