Menkeu Siap Guyur Dana SAL ke Bank Daerah, Prioritas Jakarta dan Jatim
:
0
Ilustrasi Bank Jakarta, yang bersama Bank Jatim dinilai lebih siap menerima kucuran dana pemerintah seperti yang sebelumnya diterima lima bank anggota Himbara. Dok. Bisnis.
EmitenNews.com - Perbankan daerah bakal mendapat kucuran dana dari pemerintah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana menempatkan dana pemerintah dari Saldo Anggaran Lebih (SAL) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada bank pembangunan daerah (BPD). Tetapi, untuk tahap awal dimulai dari Bank Jakarta, dan Bank Jatim yang sudah menunjukkan minat, dan kesiapannya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengemukakan hal tersebut kepada pers, usai kegiatan “Prasasti Luncheon Talk” di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Sebelumnya, Menteri Purbaya mengguyur total Rp200 triliun dana pemerintah kepada lima anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Ia ‘memaksa’ lima bank BUMN itu, segera menyalurkannya dalam bentuk kredit kepada dunia usaha, untuk menggerakkan roda perekonomian nasional.
Namun, berbeda dengan bank Himbara yang nominalnya ditetapkan pemerintah, nilai injeksi dana pada bank daerah bakal diputuskan sesuai kemampuan bank.
“Kami lagi diskusi dengan mereka, bisa terima berapa. Kalau waktu bank BUMN kan saya paksa. Saya kirim orang diskusi dengan bank daerah. Saya nggak akan paksa mereka,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.
Sejauh ini, bank daerah yang menunjukkan minat untuk menerima suntikan SAL di antaranya Bank Jatim. Kemudian, Bank Jakarta, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank DKI. Gubernur Pramono Anung mengubah Bank DKI menjadi Bank Jakarta, yang dinilai lebih pas.
Untuk itu, Purbaya telah bertemu dengan Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, pemilik saham mayoritas kedua BPD. Mereka membahas eksekusi dari rencana penempatan dana pemerintah.
Yang membuat Purbaya berbesar hati mengguyur dana pemerintah ke Bank Jakarta, dan Bank Jatim, karena kedua bank memiliki ukuran yang relatif besar. Dengan begitu, mantan ketua LPS itu, yakin dampak injeksi dana seharusnya bisa menyebar dengan cepat ke daerah lainnya.
“Saya coba dulu dua bank itu. Saya lihat karena backing-nya kuat. Dua-duanya besar, jadi saya merasa lebih aman. Kalau uangnya misalnya hilang, saya potong saja DAU (Dana Alokasi Umum) dan DAK (Dana Alokasi Khusus),” ujar Purbaya.
Sebelumnya melalui Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 276 Tahun 2025, Menkeu Purbaya menetapkan rincian penempatan dana pemerintah di lima bank Himbara. Di antaranya, masing-masing sebesar Rp55 triliun di Bank Mandiri, BNI, dan BRI. Kemudian, Rp25 triliun di BTN dan Rp10 triliun di BSI.
Related News
Kabar Baik, SKK Migas Temukan Potensi 13 Sumur Migas Baru di Kutai
Bagai Langit dan Bumi, Outlook Vietnam dan RI Berdasarkan Moody's
2025 Laba Bersih IIF Tumbuh 51 Persen, 2026 Diversifikasi Sumber Dana
Permintaan Pascalebaran Normal, Inflasi April Melandai ke 0,13 Persen
Harga Emas Antam Hari ini Turun Tipis
Pemerintah Siapkan KEK Keuangan di Bali untuk Tarik Investor Global





