EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersungkur dalam ke zona merah pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/4/2026), setelah anjlok 250 poin atau 3,38% ke level 7.129.

Sepanjang sesi, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 7.383 sebelum akhirnya tertekan hingga ke posisi terendah harian di 7.115, mencerminkan tekanan jual yang semakin kuat menjelang penutupan.

Aksi jual terjadi merata di seluruh sektor dengan seluruh 11 indeks sektoral berakhir di zona merah. Penurunan terdalam dialami sektor barang non konsumen primer yang anjlok 4,27%, diikuti sektor energi turun 4,22% dan sektor infrastruktur melemah 4,08%.

Sementara itu, sektor lain seperti barang konsumen siklikal turun 3,43%, sektor perindustrian melemah 3,41%, serta sektor teknologi terkoreksi 2,36%, menegaskan tekanan pasar yang bersifat luas.

Aktivitas perdagangan terpantau ramai dengan total volume mencapai 47,12 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp24,34 triliun, serta frekuensi 2,68 juta kali.

Di tengah pelemahan pasar, beberapa saham masih mencatatkan penguatan, di antaranya PKPK naik Rp280 menjadi Rp3.350, SMMT menguat Rp250 ke Rp2.170, serta MBSS yang juga bertambah Rp250 ke Rp2.170 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual terlihat pada MLPT yang turun Rp1.775 menjadi Rp23.500, SINI melemah Rp1.625 ke Rp14.675, serta ARKO terkoreksi Rp725 menjadi Rp9.900.

Untuk saham teraktif, BBCA memimpin dengan frekuensi 133.369 kali transaksi senilai Rp2,67 triliun, diikuti BBRI sebanyak 100.353 kali senilai Rp1,3 triliun, serta KOTA dengan 85.462 kali transaksi senilai Rp243 miliar.