Merger dengan Pelita Air, Ini Penjelasan Garuda (GIAA)
Petugas tengah memasukkan logistik dalam lambung pesawat Garuda Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Garuda Indonesia (GIAA) mengklaim merger dengan Pelita Air dalam tahap diskusi awal. Saat ini, Garuda tengah dalam proses penyusunan kajian awal. Diskusi dengan Kementerian BUMN sebagai pemegang saham utama perseroan.
Itu penting untuk dapat mengoptimalkan beragam peluang sinergi bisnis guna memperkuat ekosistem bisnis industri transportasi udara. ”Dengan demikian data membawa manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” tukas Wamildan Tsani, Direktur Utama Garuda Indonesia.
Perseroan memandang positif dan akan mendukung penuh rencana merger tersebut, yang tentunya akan dilandasi dengan kajian secara komprehensif, dan prudent. ”Terutama terhadap outlook bisnis, dan kinerja perseroan,” imbuhnya.
Progress dari rencana merger akan disampaikan lebih lanjut kalau ada perkembangan signifikan berkenaan dengan tahapan maupun realisasi atas rencana strategis tersebut.
Data dan fakta tersebut tidak berdampak negatif terhadap perseroan. Baik dari sisi kelangsungan hidup, dan harga saham perseroan. ”Kami akan senantiasa memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan berlaku khususnya bidang pasar modal,” ucap Wamildan Tsani. (*)
Related News
ROTI Tabur Dividen Rp450 Miliar, Cum Date 15 April
Makin Parah, NETV Defisit Rp4,02 Triliun
ADMF Guyur Dividen Rp630 per Lembar, Cek Jadwalnya
Saham Emiten Hermanto Tanoko (AVIA) Diborong Entitas Afiliasi Rp10M
ROTI Tebar Dividen Jumbo Rp450 Miliar, Yield Tembus 10 Persen!
Tembus Rp491,6 Triliun, Kredit Infrastruktur BMRI Melejit Double Digit





