EmitenNews.com - Kinerja laba bersih emiten Garibaldi 'Boy' Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) sepanjang 2025 mengalami kontraksi cukup dalam. Perseroan mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk terkumpul sebesar USD760,18 juta, berkurang 37,17 persen secara year on year (yoy) dibandingkan USD1,21 miliar pada 2024.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2025 yang dirilis Jumat (6/3/2026), penurunan laba bersih terjadi seiring melemahnya pendapatan usaha sepanjang tahun lalu.

Pendapatan AADI tercatat USD4,91 miliar, turun 7,53 persen yoy dari USD5,31 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Menilik sisi operasionalnya, beban pokok pendapatan turun menjadi USD3,64 miliar, atau menyusut 5,45 persen yoy dari USD3,85 miliar. Namun, penurunan biaya tersebut belum mampu menahan penyusutan laba bruto yang tercatat USD1,26 miliar, turun 13,70 persen yoy dari USD1,46 miliar.

Tekanan juga terlihat pada kinerja operasional. Laba usaha tercatat USD1,04 miliar, merosot 29,73 persen yoy dibandingkan USD1,48 miliar pada 2024. Sementara itu laba sebelum pajak (EBITDA) mencapai USD1,05 miliar, turun 31,82 persen yoy dari USD1,54 miliar pada tahun sebelumnya.

Lalu neraca aset perseroan per akhir 2025 tercatat totalnya USD5,70 miliar, turun 4,84 persen yoy dari USD5,99 miliar pada 2024.

Kemudian, liabilitas menyusut cukup tajam menjadi USD2,05 miliar, atau turun 21,76 persen yoy dari USD2,62 miliar. Sebaliknya, ekuitas meningkat menjadi USD3,64 miliar, tumbuh 8,33 persen yoy dibandingkan USD3,36 miliar pada tahun sebelumnya.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan tahun penuh 2025 ini, pada perdagangan Jumat (6/3) saham AADI tercatat menurun 0,24 persen atau turun 50 poin di level Rp10.300.