MESOP BUKA Rp4,67 Triliun Berakhir, Telusuri Hasilnya
:
0
Salah satu sudut ruangan kantor Bukalapak.com. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Bukalapak.com (BUKA) mengemas dana taktis Rp13,89 miliar. Itu dari pelaksanaan private placement berskema Management and Employee Stock Option Subject Program (MESOP) tercatat 17,74 juta helai. MESOP tahap I itu, dibalut harga Rp783 per eksemplar.
Dengan demikian, dari pelaksanaan opsi itu, baru terserap 0,35 persen dari total MESOP tahap I sebanyak 5,01 miliar lembar senilai Rp3,92 triliun. So, opsi belum dilaksanakan tersisa 5 miliar eksemplar setara dengan Rp3,91 triliun.
Menyusul penuntasan MESOP tahap I periode edisi 1 April 2025 sampai 23 Mei 2025 itu, total presentase dilusi saham dari seluruh pemegang saham perseroan sebesar 0,0172 persen. ”Jumlah opsi belum dilaksanakan, dan masih berlaku tercatat 5 miliar,” tegas Cut Fika Lutfi, Corporate Secretary Bukalapak.com.
Sejatinya, perseroan juga melaksanaan program MESOP II senilai Rp759,70 miliar. Itu dengan melepas 4.019.592.620 saham alias 4,01 miliar helai dengan harga pelaksanaan Rp189 per lembar. Sayangnya, MESOP II ini, hingga periode berakhir tanpa alias nihil transaksi.
Jadi, secara keseluruhan private placement dengan skenario MESOP baru terealisasi 0,29 persen dari total Rp4,67 triliun. Artinya, opsi keseluruhan belum laku tersisa 9,02 miliar helai atau Rp4,66 triliun. Itu terdiri dari MESOP I sebanyak 5,01 miliar helai senilai Rp3,91 triliun, dan MESOP II sebesar 4,01 miliar saham sejumlah Rp759,7 miliar.
Aksi tersebut didasarkan pada Pasal 43A Peraturan OJK No. 32/POJK.04/2015 tentang penambahan modal perusahaan terbuka dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (sebagaimana diubah dengan peraturan OJK No. 14/POJK.04/2019) dan surat edaran BEI Nomor SE00002/BEI/03- 2020 tanggal 2 Maret 2020 perihal tata cara pelaksanaan program kepemilikan saham. (*)
Related News
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?





