Minat Tinggi, Pemerintah Tambah Kuota Penerbitan SBR012 Jadi Rp15 Triliun
EmitenNews.com - Pemerintah sedang menawarkan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel jenis Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR012. Saat ini nominal pemesanan SBR sebesar Rp10 triliun, melampaui dari target awal.
"Karena minat masyarakat sangat tinggi, pemerintah memutuskan menambah kuota penerbitan SBR012-T2 dan SBR012-T4 menjadi 15 triliun rupiah", ujar Direktur Surat Utang Negara (SUN), Deni Ridwan, saat membuka acara Gowes Bareng (GoBar) dalam rangka memasyarakatkan penerbitan SBR012-T2 dan SBR012-T4, Minggu (29/1).
Acara GoBar digelar Direktorat SUN Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu bekerjasama dengan Dana Rakca Cyclist (DRC). GoBar ini merupakan salah satu bentuk penguatan branding Savings Bond Ritel. Diharapkan masyarakat yang sedang berkegiatan di Car Free Day dapat tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai SBN Ritel khususnya SBR.
“Terima kasih kepada DRC yang turut serta meramaikan masa penawaran SBR012-T2 dan SBR012-T4 bekerjasama dengan DJPPR menyelenggarakan Gowes Bareng ini. Saat ini nominal pemesanan SBR sebesar 10 triliun rupiah, melampaui dari target awal," kata Deni.
Karena minat masyarakat sangat tinggi, pemerintah memutuskan menambah kuota penerbitan SBR012-T2 dan SBR012-T4 menjadi 15 triliun rupiah. Berkaca dari pengalaman penerbitan SBN ritel sebelumnya, banyak investor yang tidak berhasil mendapatkan alokasi karena kuota yg ditawarkan sudah terlanjur habis.
"Oleh karenanya kami mengimbau calon investor untuk segera memanfaatkan kesempatan ini, karena penawaran SBN ritel melalui paltform online dilakukan berdasarkan first come first served (siapa cepat dia dapat)," jelas Deni.
Dengan adanya GoBar ini diharapkan pengetahuan investasi di SBN Ritel dapat lebih luas dan menjangkau masyarakat di berbagai kalangan.(fj)
Related News
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?
Wamenkeu: APBN di Daerah Harus Berorientasi pada Dampak dan Manfaat





