Minyak Anjlok, Harga Emas Merangkak Naik
:
0
Emas batangan (Foto: Magnific)
EmitenNews.com - Harga emas dunia mencatatkan kenaikan sebesar 1 persen hingga menyentuh level USD 4.100 per ons pada hari Senin. Lonjakan ini sekaligus menjauhkan emas dari level terendah dalam sembilan bulan terakhir.
Tren kenaikan emas terjadi beriringan dengan penurunan tajam harga minyak setelah tercapai jeda konflik antara Amerika Serikat dan Iran sepanjang akhir pekan.
Penurunan harga minyak tersebut berhasil meredakan kekhawatiran pelaku pasar global terkait potensi gangguan pasokan energi dan lonjakan inflasi. Amerika Serikat menangguhkan kampanye serangannya terhadap Iran yang telah berlangsung hampir dua minggu sejak Jumat malam tanpa adanya pengumuman resmi.
Di sisi lain, pemerintah Teheran menyatakan telah mengakhiri serangan balasan mereka. Teheran juga mengonfirmasi tengah mengadakan diskusi bersama Oman mengenai navigasi dan keamanan di Selat Hormuz.
Sebelumnya, pergerakan harga emas sempat mengalami kesulitan dalam beberapa pekan terakhir akibat meningkatnya eskalasi permusuhan di kawasan Timur Tengah. Konflik tersebut sempat memicu gangguan rantai pasokan yang meluas dari Selat Hormuz hingga wilayah Laut Merah.
Selain faktor dinamika geopolitik, pergerakan instrumen investasi ini juga dipengaruhi oleh proyeksi kebijakan moneter global. Federal Reserve secara luas diperkirakan bakal mempertahankan suku bunga acuan tetap berada pada level yang sama pada hari Rabu, sebelum memutuskannya naik pada bulan September mendatang.
Kendati demikian, sejumlah pelaku pasar meyakini terdapat peluang bank sentral Amerika Serikat tersebut mengambil langkah lebih cepat pada pertemuan minggu ini. Antisipasi tersebut muncul sebagai respons atas kembali meningkatnya tekanan inflasi global.
Bagi pasar keuangan dan konsumen di Indonesia, dinamika naik turunnya harga emas serta komoditas minyak global ini menjadi salah satu sentimen penting yang terus dipantau. Hal ini mengingat pergerakan emas dunia dan harga energi kerap memberikan dampak langsung terhadap nilai tukar rupiah, inflasi domestik, hingga penyesuaian harga emas batangan di dalam negeri.(*)
Related News
Bos BI Mundur Mendadak, Rupiah Melemah Dekati 18.000
Dolar AS Anjlok, Transisi Gubernur BI Bayangi Rupiah
Perry Warjiyo Mundur, Destry Damayanti Jadi Pjs Gubernur BI
Bursa Korea Rebound Efek Suntikan Nvidia di Naver
Destry Jabat Gubernur BI Usai Perry Undur Diri
Harga Minyak Anjlok, Aset Safe-Haven Berfluktuasi Tajam





