Faktor penghambat berikutnya yaitu arus balik masyarakat yang diperkirakan belum optimal lantaran lapangan pekerjaan di kota yang masih terbatas. Biasanya, para pencari kerja memanfaatkan momen Idul Fitri untuk merantau ke kota. Bhima mendorong pemerintah untuk lebih menggencarkan penciptaan lapangan kerja agar jumlah pemudik tumbuh lebih tinggi dan berkualitas.

Di luar kedua tantangan itu, Bhima juga berpendapat pemerintah bisa mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi pada musim Ramadan dan Idul Fitri melalui dukungan terhadap sektor pariwisata. Secara musiman mudik memberi dorongan ke sektor pariwisata, tapi ke depan perlu promosi lebih gencar lagi ke destinasi wisata baru sehingga durasi tinggalnya lebih lama.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2026 tumbuh di kisaran 5,5 persen hingga 5,6 persen (year-on-year/yoy). Target ini didorong oleh percepatan belanja negara, stimulus fiskal, dan penguatan daya beli masyarakat, khususnya di tengah periode Ramadhan dan Idul Fitri. ***