MSCI Bekukan Lonjakan Bobot Saham Indonesia
:
0
Tampak dua orang melintasi kantor Morgan Stanley Capital International. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Morgan Stanley Capital International (MSCI) akan menerapkan perlakuan sementara untuk pasar Indonesia. Itu dilakukan dengan membekukan sejumlah perubahan mengenai indeks review (termasuk indeks review Februari 2026).
Tepatnya, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS). Pembekuan penambahan konstituen dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.
MSCI menjelaskan perlakuan tersebut untuk mengurangi index turnover, dan risiko kelayakan investasi (investability), sembari memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi. Pada Oktober 2025, MSCI mengumumkan tengah meminta masukan kepada para pelaku pasar mengenai rencana penggunaan Monthly Holding Composition Report yang dipublikasikan KSEI sebagai tambahan referensi dalam menghitung free float saham emiten Indonesia.
MSCI mengungkap berdasar hasil konsultasi dengan para pelaku pasar, para investor menyoroti permasalahan fundamental soal investability pasar Indonesia masih dapat berlanjut akibat kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham, dan kekhawatiran atas kemungkinan perilaku perdagangan terkoordinasi yang mengganggu proses pembentukan harga wajar.
Nah, untuk mengatasi sebagian kekhawatiran tersebut, MSCI menjelaskan pasar Indonesia memerlukan informasi struktur kepemilikan saham lebih rinci dan reliable -termasuk kemungkinan pemantauan konsentrasi kepemilikan tinggi- guna mendukung penilaian free float, dan investability kuat.
Selain itu, kalau progres untuk mencapai peningkatan transparansi diperlukan tidak tercapai hingga Mei 2026, MSCI akan menilai ulang status aksesibilitas pasar Indonesia. Dengan mempertimbangkan konsultasi pasar, hal ini dapat berujung pada penurunan bobot dalam MSCI Emerging Markets Indexes untuk Indonesia. Potensi reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market menjadi Frontier Market.
MSCI mengaku akan terus memantau perkembangan pasar Indonesia, dan berinteraksi dengan pelaku pasar serta otoritas terkait, termasuk Otoritas Jasa keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). MSCI akan mengomunikasikan langkah lanjutan jika diperlukan. (*)
Related News
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi
Bursa Besok Libur, IHSG Hari Ini Dibuka Melorot 1,04 Persen ke 7.027
Sejumlah Komoditas Berikut Kini Dibatasi Impornya Demi Swasembada





