MSCI Kecam Indonesia ke Standalone Market, BEI & Pelaku Pasar Bersuara
:
0
Ilustrasi penyedia indeks global MSCI Inc. Foto: ETF Stream.
EmitenNews.com - Penyedia indeks global MSCI resmi memulai konsultasi atas proposal perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Konsultasi tersebut dikemukakan MSCI pada Kamis, 15 Oktober 2026 waktu setempat.
Emerging market sendiri diartikan sebagai Pasar Berkembang. Sementara Standalone Market ialah status "karantina" atau Pasar Tersendiri/Terisolasi akibat suatu negara gagal memenuhi kriteria minimum Frontier Market atau mengalami penurunan parah pada aksesibilitas dan likuiditas pasar, namun belum dihapus sepenuhnya dari pantauan (Contoh: Rusia, Argentina).
Dalam pengumumannya, MSCI menyebut konsultasi dilakukan untuk mengevaluasi investability dan governance pasar saham Indonesia. MSCI juga menetapkan timeline konsultasi hingga 30 April 2027 dengan keputusan final paling lambat 30 Juni 2027.
Selama masa tersebut, status freeze yang berlaku sejak Januari 2026 tetap berjalan, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia baru maupun menaikkan Foreign Inclusion Factor (FIF)/Number of Share (NOS).
Terpisah dari pengumuman resmi MSCI, sejumlah catatan beredar di kalangan penggiat pasar modal terkait konteks dan potensi dampak dari rencana tersebut.
Tim Riset EmitenNews menyoroti bahwa status Standalone dinilai lebih dalam statusnya dari Frontier. Jika Frontier masih masuk dalam MSCI Frontier Markets Index, maka Standalone berarti dikeluarkan dari seluruh composite index global dan regional, sehingga sejajar dengan pasar seperti Jamaica, Panama, dan Trinidad yang dianggap tidak investable bagi institusi global.
Alasan yang disorot mencakup kekhawatiran persisten soal struktur kepemilikan yang opaque, kepemilikan terkonsentrasi, dan dugaan coordinated trading.
Padahal OJK, IDX, dan KSEI telah mengumumkan reformasi berupa disclosure pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor lebih detail, framework High-Shareholding Concentration (HSC), dan roadmap pengejawantahan free float minimum 15%.
Dari sisi dampak, pegiat pasar memperkirakan jika status Standalone diterapkan, akan terjadi forced selling dari dana pasif pengikut MSCI EM Index.
Estimasi outflow yang beredar di pasar berkisar US$2,2 miliar hingga US$13 miliar, bahkan bisa lebih besar karena Standalone berarti zero weight.
Related News
Respons BEI Pasca Pengumuman MSCI
8 Hari Digembok, Masuk HSC, Saham Emiten Ini Diperdagangkan Kembali
Saham HSC Terbaru! 19 Emiten Masuk, 2 Terbebas
Daftar Saham HSC Meledak! Kini Totalnya 81 Emiten
Kenalkan Ini 5 Anggota Baru HSC
Belum Sampaikan Laporan Keuangan, BEI Sanksi 70 Emiten





