Mulai 2023 Pemerintah Larang Penjualan Rokok Ketengan, Presiden Ungkap Alasannya
:
0
Merokok, ilustrasi anak-anak. dok. Detiknews..jpeg
EmitenNews.com - Larangan penjualan rokok ketengan, ternyata bertujuan strategis. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, tujuan peraturan larangan itu, tidak lain untuk menjaga kesehatan masyarakat Indonesia. Pemerintah melarang penjualan rokok batangan atau ketengan mulai tahun 2023. Hal tersebut tertuang pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 25 Tahun 2022 tentang Program Penyusunan Peraturan Pemerintah Tahun 2023.
Kepada wartawan, di Pasar Pujasera, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (27/12/2022), Presiden Jokowi mengungkapkan, aturan itu untuk menjaga kesehatan masyarakat kita semuanya. Pembelian rokok bungkusan tanpa batangan tersebut sudah dilakukan di berbagai negara. Pemerintah akan mengikuti langkah tersebut. "Di beberapa negara justru sudah dilarang dijual kalau kita kan masih, kalau batangan tentunya tidak."
Rencana penerapan aturan itu, menuai kontroversi. Para perokok dari kelas menengah ke bawah, rata-rata menyoalkannya, karena dinilai bakal sangat memberatkan bagi mereka yang mampunya membeli secara ketengan, atau per batang. Tetapi, karena sudah jadi aturan, mereka pasrah saja.
Seperti diketahui berdasarkan edaran Keppres tersebut terdapat tujuh pokok materi muatan dalam rancangan aturan pemerintah soal zat adiktif tembakau. Di antaranya:
Penambahan luas prosentase gambar dan tulisan peringatan kesehatan pada produk tembakau*
Ketentuan rokok elektronik
Pelarangan iklan, promosi dan sponsorship produk tembakau di media teknologi informasi
Pelarangan penjualan rokok batangan
Pengawasan iklan, promosi, sponsorship produk tembakau di media; penyiaran media dalam dan luar ruang, dan media teknologi informasi
Penegakan dan penindakan
Related News
Harga Emas Antam Akhir Pekan Berbalik Naik Rp7.000 per Gram
Kena Tarif 10 Persen AS, Indonesia Genjot Ekspor Non-Tradisional
Bos Bank Sentral Asia-Pasifik Sepakat Bentuk Tata Kelola AI
PT Pos Akhirnya Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24M yang Jatuh Tempo
Diplomasi Pakistan Tekan Harga Minyak WTI, Wall Street Tutup Beragam
Ekspor Batu Bara PTBA Naik, Segini ‘Jatah’ Buat PLN





