EmitenNews.com - PT Dharma Polimetal (DRMA) menetapkan harga penawaran umum alias initial public offering (IPO) Rp500 per lembar. Dengan menjajakan 705,83 juta lembar bernominal Rp100 per saham, Dharma bakal meraup dana segar Rp352,94 miliar.


Jumlah saham yang dilepas itu setara 15 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Saat bersamaan,perseroan mengadakan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation (ESA) 5.362.800 saham. Jumlah saham itu setara 0,76 persen dari jumlah saham ditawarkan dalam IPO. 


Kalau terjadi kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat, perseroan akan mengeluarkan maksimal 125 juta lembar atas nama dengan nominal Rp100 per saham. Angka itu, maksimum 2,59 persen dari modal ditempatkan, dan disetor penuh setelah IPO dengan asumsi terdapat penerbitan saham tambahan karena kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat dengan harga penawaran Rp500.


Hasil dana IPO sekitar 70 persen untuk belanja modal tepatnya ekspansi bisnis. Nah, dari ekspansi bisnis itu, 17,14 persen untuk investasi pembangunan pabrik 0,48 hektare (ha) lahan di Cikarang, Jawa Barat. Lalu, 82,86 persen untuk investasi pembelian mesin.


Selain itu, 16 persen untuk penambahan setoran modal ke perusahaan anak, 9 persen untuk penambahan kepemilikan perseroan pada PT Dharma Poliplast melalui pembelian saham dari Thio Yudi Suherman maksimal 44 persen. Sisanya, lima persen untuk modal kerja yaitu biaya operasional, pembelian bahan baku, dan biaya perawatan mesin.


Guna memuluskan hajatan IPO itu, PT Dharma Polimetal menunjuk penjamin pelaksana emisi efek antara lain PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas. Sedangkan penjamin emisi efek yaitu PT MNC Sekuritas. 


Berikut jadwalnya. Masa penawaran awal 19-30 November 2021. Perkiraan tanggal efektif 8 Desember 2021. Masa penawaran umum pada 13-16 Desember 2021. Tanggal penjatahan pada 15 Desember 2021. Distribusi secara elektronik pada 16 Desember 2021. Dan, Listing di BEI pada 17 Desember 2021. (*)