EmitenNews.com -Perbaikan lingkungan bisnis pada tahun ini telah mendorong PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) untuk kembali mematok target pra-penjualan ( marketing sales ) di 2023 sebesar Rp5 triliun. Pada tahun lalu, realisasi  marketing sales  Summarecon senilai Rp4,9 triliun.

 

"Melalui beragam kebijakan dan pertimbangan kepentingan bisnis, perseroan mempertahankan target pra-penjualan sebesar Rp5 triliun untuk Tahun Buku 2023," kata Presiden Direktur SMRA, Adrianto P Adhi saat pelaksanaan Public Expose di Jakarta, Kamis (15/6).

 

Dia menyampaikan, pada tahun ini, Bank Dunia memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat, karena risiko resesi global yang diakibatkan oleh tekanan inflasi, kenaikan suku bunga, krisis energi, dan ketegangan geopolitik.

 

Kendati demikian, kata Adrianto, SMRA akan terus melakukan konsolidasi serta memperkuat dan mengembangkan kompetensi, agar mampu memanfaatkan kebangkitan industri properti pasca pandemi Covid-19.

 

Dia berharap, pemerintah bisa menghasilkan sejumlah kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri properti. Berdasarkan kajian dari Kadin Indonesia bersama Universitas Indonesia, saat ini industri properti memberi kontribusi 14,63 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.