EmitenNews.com - Emiten perhotelan berkode saham NATO kini resmi memasuki babak baru. Berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 4 Februari 2026, perseroan menyetujui perubahan nama, perombakan pengurus, hingga penyegaran identitas korporasi.

Mantan Direktur Utama NATO, Gede Putu Adnawa menjelaskan pada pernyataannya Kamis (19/2/2026), perubahan ini bersifat administratif dan strategis, tanpa dampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Sebelumnya, emiten perhotelan ini resmi mencatatkan perubahan pengendali langsung menyusul transaksi jumbo yang dilakukan di pasar negosiasi pada Jumat, 12 Desember 2025 lalu. Akan adanya transaksi crossing saham sebesar 2.150.000.000 lembar saham NATO milik PT Karunia Berkah Jayasejahtera kepada PT Mercury Strategic Indonesia. Menandai pengambilalihan saham NATO senilai Rp393,45 miliar oleh PT Mercury Strategic Indonesia.

Atas kendali baru tersebut pada RUPSLB yang digelar Selasa (4/2/2026) menyetujui hasil rapat yang menetapkan nama perseroan yang sebelumnya bernama PT Surya Permata Andalan Tbk. resmi berganti nama menjadi PT Olympus Strategic Indonesia Tbk. 

Dari sisi manajemen, terjadi rotasi di level direksi. Mauritz Nainggolan naik ke posisi Direktur Utama. Turun posisi, Direktur Utama NATO sebelumnya, Gede Putu Adnawa masuk kembali mengisi formasi direksi perseroan menggantikan Dessy Christian.

Sementara itu, posisi Komisaris Utama tetap dijabat Sayid Anwar Hasan. Adapun jabatan Komisaris Independen kini diisi Benedictus Calvin Ardisa menggantikan Hotrin Tua Situmorang.