EmitenNews.com - Bursa saham Jepang menguat signifikan pada perdagangan Jumat. Indeks Nikkei 225 melonjak 1,7% hingga menembus level di atas 69.400, sementara Indeks Topix yang mencakup pasar lebih luas naik 0,5% ke posisi 4.196.

Penguatan bursa saham Jepang ini memperpanjang reli pasar saham domestik sekaligus mengekor tren positif dari Wall Street. Pergerakan tersebut didorong oleh melandainya data inflasi Amerika Serikat yang memicu para pelaku pasar meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau Federal Reserve.

Berdasarkan data Trading Economics, spekulasi pasar terhadap kebijakan moneter AS mulai melunak seiring rilis data inflasi yang terkendali.

"Pasar sekarang memperkirakan sekitar 35% kemungkinan kenaikan suku bunga Fed sebesar 25 basis poin pada bulan September, turun dari 55% seminggu sebelumnya," tulis laporan Trading Economics pada Jumat.

Sektor teknologi menjadi penopang utama kenaikan pasar saham Jepang. Sejumlah saham emiten teknologi mencatatkan lonjakan harga secara signifikan, seperti Kioxia Holdings yang menguat 5,2%, Advantest naik 5,1%, dan SoftBank Group melonjak 5,5%.

Dari dalam negeri Jepang, para investor terus mencermati potensi kebijakan moneter Bank of Japan. Spekulasi merebak terkait peluang kenaikan suku bunga acuan pada September atau Oktober mendatang untuk menahan pelemahan nilai tukar yen yang berisiko memicu tekanan inflasi domestik.

Sepanjang pekan ini, Indeks Nikkei dan Topix masing-masing diproyeksikan mencetak kenaikan mingguan sebesar 6% dan 3,5%.

Dinamika penguatan bursa saham Asia Pasifik ini turut memberikan sentimen positif bagi kawasan, termasuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Indonesia dan aliran modal asing di pasar keuangan domestik.(*)