Nilai Tukar Rupiah Pagi Ini Menguat Terhadap Dolar AS
:
0
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (3/2) ini menguat 20 poin atau 0,119 persen dari Rp16.785 menjadi Rp16.765 per dolar AS.(Foto: Istimewa)
EmitenNews.com - Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (3/2) ini menguat 20 poin atau 0,119 persen menjadi Rp16.765 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.785 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) memberikan sinyal bahwa tekanan harga jangka pendek mereda.
"Rilis BPS soal inflasi memberi sinyal bahwa tekanan harga jangka pendek mereda karena Januari 2026 mengalami deflasi bulanan 0,15 persen, terutama dipicu turunnya harga pangan seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras," kata dia di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, rilis tersebut cenderung menenangkan pasar karena risiko lonjakan harga dalam waktu dekat mengecil.
Pada saat yang sama, lanjutnya, laporan BPS bisa membatasi penguatan rupiah karena pasar membaca ruang kebijakan suku bunga ke depan menjadi lebih longgar.
Di sisi lain, inflasi tahunan tetap 3,55 persen, dengan pendorong utama berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga (andil 1,72 persen), sehingga rilis ini bukan sinyal bahwa inflasi sudah benar-benar hilang, melainkan lebih ke normalisasi setelah faktor musiman.(*)
Related News
Kemerosotan Sektor Industri Nasional Ujian Bagi Menperin Baru
Kemenkeu Komit Jaga Defisit 3 Persen dan Rasio Utang 60 Persen
WTI Anjlok 4 Persen Pasca Isu Eropa Rilis Cadangan Minyak
Ekonom Senior Ini Perkuat Kemenko Perekonomian, Kita Tunggu Kiprahnya
Tax Holiday Berakhir, Pemerintah Siapkan Skema Baru Insentif Investasi
Emas Global dan Antam Tertekan Penguatan Dolar AS





