EmitenNews.com - Negara-negara BRICS mendorong penguatan resiliensi, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan. Itu sangat krusial sebagai fondasi menghadapi tantangan global. Upaya tersebut makin penting di tengah dinamika geopolitik, pesatnya perkembangan teknologi, artificial intelligence (AI), dan peningkatan risiko perubahan iklim.

Narasi tersebut mengemuka pada 1st BRICS Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting bertema “Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability" di Jaipur, India, pada 12–13 Agustus 2026. Pad ajang tersebut, Indonesia diwakili Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung.

Indonesia menyampaikan pandangan dalam mendorong penguatan kerja sama dalam kerangka BRICS. Pertemuan juga dihadiri para pimpinan bank sentral dan kementerian keuangan dari negara anggota BRICS, yaitu Indonesia, Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, UEA, Ethiopia, dan Iran.

Filianingsih menekankan pentingnya kerja sama konkret untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan keuangan, antara lain melalui penggunaan mata uang lokal dan konektivitas sistem pembayaran lintas negara. Kerja sama itu, dapat memperkuat ketahanan terhadap guncangan eksternal dengan tetap mempertimbangkan kesiapan dan kondisi masing-masing negara.

“Bank Indonesia mendorong negara-negara BRICS untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi menjadi inovator dan kontributor aktif melalui penguatan riset dan kapasitas domestik," ujar Filianingsih. 

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama menghadapi risiko siber dan perubahan iklim untuk membangun sistem ekonomi dan keuangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

Indonesia melalui koordinasi Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia juga mendorong pengembangan Digital Public Infrastructure (DPI), peningkatan akses pembiayaan iklim bagi negara berkembang, serta transformasi digital dan AI sesuai tahapan pembangunan masing-masing negara. Indonesia turut mendorong peningkatan peran negara berkembang dalam tata kelola ekonomi global, termasuk melalui penguatan IMF sebagai bagian dari jaring pengaman keuangan global.

Pertemuan itu, merupakan bagian dari finance track Presidensi BRICS India 2026 untuk memperkuat kerja sama, dan respons bersama terhadap tantangan ekonomi global. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dan kerja sama internasional untuk mendukung ketahanan ekonomi dan keuangan Indonesia. (*)