OJK Diminta Coret Sektor Tambang dan Energi Dari Taksonomi Hijau
:
0
EmitenNews.com -Pemerhati lingkungan menilai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terlalu cepat memasukan sektor energi dan pertambangan dalam rancangan Taksonomi Berkelanjutan Indonesia (TBI) V.1 2023 sebagai pengkinian dari Taksonomi Hijau Indonesia (THI).
Sehingga OJK diminta memperjelas kedudukan/status THI dan TBI, implementasi THI dan TBI, juga sejauh mana masing-masing dokumen ini mengatur pembiayaan pada sektor yang telah ditentukan.
Direktur Eksekutif TuK INDONESIA, Linda Rosalina menyampaikan, perbedaan yang secara signifikan dapat dilihat dalam 3 kategori Hijau, Kuning dan Merah pada THI kemudian menjadi 2 kategori Hijau dan Transisi pada TBI. ‘Transisi’ memberi kesan bahwa selain kategori ‘Hijau’ selalu ada intensi perbaikan, padahal kenyataannya tidaklah demikian.
“Kajian Tuk Indonesia menunjukkan bahwa implementasi penyelarasan pembiayaan bank dengan taksonomi hijau v1 masih banyak dengan kategori kuning dan merah. Pada TBI ini, terdapat bahaya greenwashing ketika semua yang belum ‘Hijau’ dinyatakan sebagai ‘Transisi’. Kriteria non eligible perlu tetap dimunculkan agar TBI ini menjadi kredibel,” ungkap Linda dalam keterangan resmi, Jumat(8/12/2023).
Ia mengingatkan Indonesia mengalami ancaman krisis iklim yang tertinggi di Kawasan Asia Tenggara.
Related News
Harga Minyak Dekati USD118, OPEC+ Sepakat Pertahankan Produksi
Harga Minyak Melambung, Laba Chevron Melesat Tiga Kali Lipat
Di Luar Dugaan, PMI Manufaktur & Jasa China Anjlok
Sokong PLTS 100 GWp, Kemnaker Sertifikasi 60 Asesor
Pajak Digital Tembus Rp58,75 Triliun, PMSE Jadi Penyumbang Terbesar
Stok Afrika Melimpah, HR Biji Kakao Drop ke USD 5.613,6





