OJK Tetapkan Dua Emiten Baru CBPE dan CBRE Sebagai Efek Syariah
EmitenNews.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan terkait dengan penetapan Efek Syariah yaitu Keputusan Nomor: KEP-95/D.04/2022 tentang Penetapan Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) dan KEP 81/D.04/2022 tanggal 23 November 2022 tentang Daftar Efek Syariah PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) sebagai Efek Syariah.
Dikeluarkannya keputusan tersebut adalah sebagai tindak lanjut dari hasil penelaahan Otoritas Jasa Keuangan terhadap pemenuhan kriteria Efek Syariah atas Pernyataan Pendaftaran yang disampaikan oleh PT Cakra Buana Resources Energi Tbk dan PT Citra Buana Prasida Tbk.
Sumber data yang digunakan sebagai bahan penelaahan berasal dari dokumen Pernyataan Pendaftaran serta data pendukung lainnya berupa data tertulis yang diperoleh dari Emiten maupun dari pihak-pihak lainnya yang dapat dipercaya.
Secara periodik Otoritas Jasa Keuangan akan melakukan review atas Daftar Efek Syariah berdasarkan Laporan Keuangan Tengah Tahunan dan Laporan Keuangan Tahunan dari Emiten atau Perusahaan Publik. Review atas Daftar Efek Syariah juga dilakukan apabila terdapat Emiten atau Perusahaan Publik yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi Efektif dan memenuhi kriteria Efek Syariah atau apabila terdapat aksi korporasi, informasi, atau fakta dari Emiten atau Perusahaan Publik yang dapat menyebabkan terpenuhi atau tidak terpenuhinya kriteria Efek Syariah.
PT Cakra Buana Resources (CBRE) akan mencatatkan Saham dan Waran Seri I di BEI pada 9 Januari 2023. Perusahaan Angkutan Laut Dalam Negeri Untuk Barang Umum tersebut melepas sebanyak 738 juta lembar Saham Biasa atau 16,26% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga perdana Rp108 per saham pada nilai nominal Rp25 setiap saham.
Sedangkan Sedangkan PT Citra Buana Prasida Tbk (CBPE) listing pada besok 6 Januari 2023 pasang harga perdana pada Rp150 per lembar dengan melepas Sebanyak 271.250.000 saham biasa pada Nilai Nominal Rp100 setiap saham atau mewakili 20,00% dari jumlah seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh.
Related News
SURGE Gandeng FiberHome Hadirkan Solusi 5G FWA 1,4GHz Pertama di Dunia
MTEL-Anak Usaha Airbus Lanjutkan Kolaborasi Konektivitas Stratospace
Emiten Keluarga Kalla BUKK Masuk Bisnis Pengolahan dan Pengadaan Gas
BREN Pacu Kapasitas Pembangkit Panas Bumi Tembus 1 GW Pada 2026
Kelangsungan Usaha Dalam Masalah Serius, BEI Lanjut Gembok WIKA
Free Float Masih Jadi PR, ALMI Akui Belum Capai Titik Temu





