EmitenNews.com - PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) tengah mengatur ulang strategi bisnis guna menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Menghadapi tantangan 2026, WOOD berencana optimalkan ekspansi pasar ke Eropa, sekaligus mematok target pertumbuhan di kisaran 5 hingga 10 persen.

Direktur independen WOOD, Wang Sutrisno mengungkapkan, ekspansi perseroan ke pasar Eropa mencatatkan pertumbuhan signifikan yang melonjak 2.133 persen pada kuartal I 2026.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh pengiriman produk flooring atau lantau kayu yang sudah dimulai sejak Juni 2025. Menurut Wang, progres tersebut akan terus bertumbuh sekaligsu menjadi pendorong utama kinerja perseroan secara keseluruhan hingga akhir tahun.

“Pertumbuhan Eropa merupakan hasil dari strategi diversifikasi sejak akhir 2024, terutama melalui produk flooring dengan pengiriman awal sejak Juni 2025, sehingga kontribusinya diperkirakan meningkat lebih lanjut di 2026,” tulis Wang, dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (26/4).

Hingga saat ini, emiten WOOD bergerak di sektor barang konsumen non-primer dengan lini bisnis meliputi manufaktur furnitur kayu. Dengan keberhasilan penetrasi ke pasar Eropa, lanjut Wang, juga menepis ketergantungan terhadap pasar ekspor AS yang sebelumnya mengalami penurunan tajam hingga 52,9 persen.

Selain mengandalkan produk manufaktur seperti flooring dan outdoor furniture, WOOD juga berencana memonetisasi sektor bisnis kehutanan melalui model konservasi dan restorasi.

Guna mendukung rencana tersebut, WOOD juga telah mendirikan entitas khusus bernama Carbon Resources Alliance (CRA) yang berbasis di Denmark.

“Pendirian entitas tersebut merupakan langkah strategis untuk mengembangkan bisnis hijau, dengan fokus pada pasar Eropa yang lebih matang. Pengembangan ke depan akan dijalankan melalui entitas ini sebagai platform utama ekspansi internasional,” pungkas Wang.

Pada perdagangan Selasa (23/6), saham WOOD ditutup menguat 1,79 persen atau naik 4 poin ke level Rp228.