Tinggalkan Grup MNC, Karya Investama Angkut 3,08 Miliar Saham IATA
:
0
Sejumlah alat berat tampak beraksi di area pertambangan Karya Pacific Energy. FOTO - Dok IATA
EmitenNews.com - Karya Pacific Investama menambah timbunan saham Karya Pacific Energy (IATA). Itu dilakukan dengan menyerok 3.080.669.500 helai alias 3,08 miliar saham emiten eks besutan Hary Tanoesoedibjo tersebut. Transaksi dua kali telah dipatenkan pada 28 Juli 2026 dan 6 Agustus 2026.
Aksi pembelian dilakukan dengan kisaran harga Rp60, dan 90 per lembar. Nah, menyusul skema harga itu, Karya Investama dipaksa merogoh kocek senilai Rp230,35 miliar. Rincian transaksi pembelian oleh Karya Investama menjadi sebagai berikut. Pembelian pertama dilakukan pada 28 Juli 2026.
Pada aksi perdana itu, sang pengendali anyar IATA tersebut menjala 1,56 miliar lembar dengan harga Rp60 per saham senilai Rp93,82 miliar. Transaksi kedua pada 6 Agustus 2026, Karya Investama menyedot 1,51 miliar eksempar pada harga Rp90 per lembar sejumlah Rp136,51 miliar.
Dengan penuntasan transak bertujuan untuk investasi itu, timbunan saham IATA dalam pangkuan Karya Investama menjadi 18,87 miliar eksemplar alias setara dengan porsi kepemilikan 60,35 persen. Melonjak 9,85 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 15,79 miliar saham setara 50,50 persen.
Dengan fakta itu, Karya Investama mengukuhkan diri sebagai pengendali penuh IATA sepeninggal MNC Asia Holding (BHIT). Pecah kongsi itu, ditandai dengan cara BHIT melego habis 1,79 miliar saham IATA dengan misaran Rp59-60. Dengan divestasi saham setara 5,74 persen itu, mantan pengendali lawas IATA tersebut mengoleksi dana taktis senilai Rp107,73 miliar.
Aksi divestasi dirayakan masing-masing pada 21 Juli 2026 ssebanyak 8.475.000 lembar pada Rp59 senilai Rp500 juta. Kemudian, pada 28 Juli 2026, BHIT melego 1,78 miliar dengan harga Rp60 per helai sejumlah Rp107,23 miliar. Dengan penuntasan transaksi itu, BHIT tidak lagi menggenggam saham IATA sehelai pun.
Luncurkan Logo Baru
IATA mengenalkan logo baru seiring pergantian pengendali perseroan. Itu sekaligus tindak lanjut usai IATA terbebas dari bayang-bayang MNC Group. Perubahan itu, telah mendapat restu para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 22 Juni 2026.
“Transformasi identitas ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan perseroan menuju fase pertumbuhan berikutnya. Dengan dukungan pengendali baru, perseroan optimistis dapat memperkuata kapabilitas usaha dengan memanfaatkan integrasi dalam ekosistem Karya Pacific Group,” tegas Presiden Direktur IATA, Suryo Eko Hadianto.
Suryo menegaskan, perubahan identitas visual tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun komitmen Perseroan kepada pelanggan, mitra usaha, investor, kreditur, dan seluruh pemangku kepentingan.“Logo baru Perseroan akan mulai digunakan secara bertahap pada seluruh media komunikasi, dokumen resmi, platform digital, dan aset korporasi lainnya,” tuturnya.
Related News
INPP Salurkan Dividen Interim Rp50,31 Miliar, Cum Date 20 Agustus
Penutupan Tambang Ilegal Kerek Produksi, Laba TINS Melangit 805 Persen
Jelang Review MSCI, Prajogo Borong Puluhan Juta Saham CUAN
BAJA Masuk Barisan, Telisik 55 Emiten Penyintas HSC
Pacu Transformasi Tata Kelola, ESG Risk Rating Mitratel Semakin Rendah
Pengendali MBSS Berganti, Komut dan Dirut Ramai-Ramai Mundur





