EmitenNews.com -PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) menetapkan target kinerja yang cukup agresif untuk tahun buku 2026. Emiten yang bergerak di bidang manufaktur, infrastruktur, dan energi ini membidik target perolehan pendapatan senilai Rp4,1 triliun pada tahun 2026. Target ini meningkat dibandingkan target tahun sebelumnya yang berada di angka Rp3,9 triliun.

Manajemen perseroan optimistis dapat mencapai target tersebut di tengah situasi ekonomi nasional dan industri yang masih mengalami perlambatan (slowdown). Optimisme ini didorong oleh sejumlah katalis positif, mulai dari dibukanya kembali proyek transmisi kelistrikan domestik hingga ekspansi bisnis di pasar internasional.

Direktur PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Didin Saepudin, memaparkan bahwa untuk menghadapi tantangan industri—terutama tekanan dari produk-produk manufaktur asal China—BUKK kini mengubah fokus model bisnisnya. Perseroan tidak lagi sekadar menjual produk jadi, melainkan menawarkan solusi pekerjaan yang terintegrasi penuh.

"Basis dari kemampuan kita dari sisi kesatu, fasilitas yang kita miliki dengan lahan yang luas untuk fabrikasi. Yang kedua adalah engineering... Sejalan dengan waktu, tantangan ke depan di dunia manufaktur atau fabrikasi di Indonesia tertekan dengan produk-produk dari China. Sehingga, itu menjadi tantangan kami naik kepada satu proses bisnis di EPC (Engineering, Procurement, and Construction)," ujar Didin Saepudin.

Didin menambahkan, perseroan kini membagi lini usahanya ke dalam tiga klaster utama, yaitu klaster infrastruktur (infrastructure cluster), klaster energi dan pertambangan (energy mining cluster), serta klaster transportasi (transportation cluster).

"Kita tidak bicara fabrikasinya saja atau manufaktur produknya, tapi membuat satu bentuk pekerjaan yang terintegrasi mulai engineering, sampai tahapan konstruksi dan commissioning. Kita tidak menjual dari sisi produknya, tapi bagaimana produk itu terintegrasi dengan semua pendukung," jelas Didin mengenai strategi pengembangan kinerja perseroan.

Di ranah domestik, pendorong utama (booster) optimisme BUKK adalah proyek jalur transmisi (transmission line) milik PT PLN (Persero) yang sempat tertahan selama kurun waktu 2024–2025. Sebagai salah satu pemain terbesar di industri menara transmisi, Bukaka siap mengincar paket-paket besar kelistrikan yang bernilai belasan triliun rupiah di wilayah Sumatera, Jawa, hingga Indonesia Timur. Selain itu, lini bisnis energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kerinci dan Poso turut menjadi kontributor signifikan dalam menyokong target kinerja perseroan.

Dari sisi angka dan rasio keuangan, Direktur Keuangan PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Budi Hartono, menjabarkan perbandingan realisasi keuangan tahun 2025 serta proyeksi target yang ingin dicapai pada tahun 2026.

Budi mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, pendapatan perseroan sempat terkoreksi menjadi Rp3,9 triliun akibat adanya perlambatan di sektor infrastruktur. Meski demikian, perseroan sukses mencatatkan peningkatan pada rasio margin keuntungan, baik margin laba kotor (gross profit margin) maupun margin laba bersih (net profit margin).

Untuk tahun 2026, perseroan membidik pertumbuhan laba bersih yang jauh lebih kuat lewat efisiensi dan pengerjaan proyek-proyek strategis berkemampulabaan tinggi.