EmitenNews.com - PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mengungkapkan porsi kepemilikan saham publik (free float) menyusut drastis menjadi 12,76% setelah pelaksanaan penawaran tender wajib (mandatory tender offer) oleh pengendali baru rampung. Sebelumnya, saham publik masih mencapai 49% dari total saham beredar.

Dalam tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen MAPI menjelaskan hasil pelaksanaan tender wajib berdasarkan data dari PT Datindo Entrycom selaku Biro Administrasi Efek Perseroan.

Perseroan menyebutkan, Samudra (Investment) Pte. Ltd menguasai 4,98 miliar saham atau 30%, sedangkan Ocean Continuum Pte. Ltd memiliki 1,035 miliar saham atau 6,24%. Dengan demikian, total saham yang diperoleh melalui pelaksanaan tender wajib mencapai 6,015 miliar saham atau setara 36,24% dari modal ditempatkan dan disetor Perseroan.

Pasca penyelesaian tender wajib tersebut, struktur kepemilikan saham MAPI berubah signifikan. Pacific Universal Investment Pte. Ltd tetap menjadi pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 8,466 miliar saham atau 51%.

Sementara itu, kepemilikan publik turun tajam dari 8,134 miliar saham atau 49% sebelum tender offer menjadi hanya 2,119 miliar saham atau 12,76% setelah aksi korporasi tersebut selesai.

Dalam surat tertanggal 3 Agustus 2026, Perseroan juga menegaskan hingga saat ini tidak terdapat informasi atau fakta material lain yang belum diungkapkan kepada publik yang berpotensi memengaruhi perdagangan saham Perseroan.

Hingga akhir perdagangan Bursa Efek Indonesia Senin ini, harga saham MAPI mencatat penguatan 21,86% ke Rp1.895 per saham dan menempati urutan teratas saham LQ45 dengan kenaikan harga paling tinggi atau top gainers.