Pantau Pasar Karang Ayu Semarang, Mendag: Harga Bapok Turun dan Pasokan Cukup
EmitenNews.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, harga sejumlah barang kebutuhan pokok (bapok) di Semarang dan Jawa Tengah terpantau turun. Pasokan-pasokannya bapok pun terpantau cukup. Hal ini tergambar pada hasil pantauan harga-harga yang dilakukan Mendag di Pasar Karang Ayu, Semarang, Minggu (11/6).
Dalam peninjauan, Mendag Zulkifli Hasan didampingi Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Ratna Kawuri.
“Kita pantau saat ini harga-harga bapok di Kota Semarang. Harga-harga tadi kita lihat turun. Daging ayam dari 40 ribu rupiah menjadi 38 ribu per kilogram, cabai 25 ribu per kilogram, bawang merah dan bawang putih kating sama-sama 35 ribu per kilogram. Telur ayam 31 ribu per kilogram. Kalau beras, standar. Masyarakat silakan berbelanja,” kata Mendag Zulkifli Hasan.
Secara umum, kondisi harga barang kebutuhan pokok cenderung stabil. Inflasi pada Mei 2023 tercatat terkendali di angka 4 persen (YoY), bahkan menjadi yang terendah dalam setahun terakhir. Khusus untuk minyak goreng, inflasi komoditas tersebut pada Mei 2023 (MoM) tidak memberikan andil inflasi . Secara tahunan, minyak goreng terdeflasi 0,19 persen (YoY).
Berdasarkan pantauan hari ini, semua harga komoditas pantauan tercatat stabil dibanding minggu lalu (31/5). Beras medium Rp11.500/kg, beras premium Rp13.500/kg, gula pasir Rp14.000/kg, MINYAKITA Rp14.000/liter, minyak goreng kemasan Rp20.000/liter, tepung terigu Rp14.000/kg, daging sapi Rp130.000/kg, cabai merah keriting Rp25.000/kg, cabai merah besar Rp30.000/kg, dan cabai rawit merah Rp35.000/kg.(*)
Related News
Jelang Tutup Tahun, DJP Rilis Sudah 11 Juta WP Aktivasi Coretax
Harga Emas Antam Hari ini Tetap di Rp2.501.000 per Gram
Ekonom: Perlu Evaluasi Ulang Kebijakan Sebelum Implementasi B50
Menteri Rosan Ungkap, Realisasi Investasi 2025 Tembus Rp1.905 Triliun
BI Rate 2025 vs 2024, Bagaimana Arah Kebijakan Bank Indonesia di 2026?
Wamenkeu: APBN di Daerah Harus Berorientasi pada Dampak dan Manfaat





