EmitenNews.com - Ikan nila, atau Tilapia menjadi salah satu komoditas andalan baru ekspor perikanan Indonesia. Permintaan di pasar global, khususnya dari Amerika Serikat dan Eropa, meningkat akhir-akhir ini. Pemerintah terus menggalakkan budi daya komoditas perikanan tersebut untuk menjawab tingginya permintaan ekspor.

Dalam keterangan resminya, Senin (15/6/2026), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, produksi tilapia terus didorong untuk menjawab kebutuhan pasar internasional. Itu dilakukan antara lain melalui pengembangan kawasan budi daya ikan nila salin (BINS) di Karawang serta revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura).

“Dua program itu untuk meningkatkan kapasitas produksi nila nasional sekaligus memastikan seluruh proses budidaya memenuhi standar internasional yang berlaku,” ujar Menteri Trenggono.

Direktur Pemasaran Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP Erwin Dwiyana menambahkan tilapia menjadi salah satu daya tarik utama bagi konsumen global.

Ikan yang dikenal sebagai "chicken of the sea" itu, memiliki rasa yang ringan dan mudah diolah, dengan kandungan protein tinggi sekitar 20 hingga 29 gram per 100 gram sajian.

Tilapia juga disebut rendah lemak jenuh serta mengandung asam lemak Omega-3, 6, dan 9, vitamin B12, serta mineral yang bermanfaat bagi kesehatan.

Masuk akal kalau sampai hari ini, tilapia menjadi komoditas ekspor Indonesia yang nol penolakan.

Erwin Dwiyana mengemukakan, kelengkapan sertifikasi seperti GMP-SSOP, HACCP, health certificate, hingga sertifikasi ISO 22000, SQF, BAP, ASC, dan BRC menjadi kunci utama kepercayaan pasar internasional. Karena itu, produk tilapia Indonesia dapat diterima tanpa penolakan di negara tujuan ekspor.

Salah satu produsen utama ikan nila Regal Springs Indonesia telah menembus pasar internasional dan kini tercatat menjadi pemasok jaringan pub terkemuka di Inggris, Greene King.

Direktur Regal Springs Indonesia Tri Dharma Saputra mengatakan, keberhasilan menembus pasar Inggris tidak terlepas dari pemenuhan berbagai sertifikasi, termasuk Aquaculture Stewardship Council (ASC).