EmitenNews.com - Harga minyak mentah dunia mampu mempertahankan kenaikannya di atas USD83 per barel pada perdagangan hari Rabu. Pergerakan stabil ini terjadi setelah komoditas energi tersebut mengalami penguatan selama empat sesi berturut-turut di pasar global.

Penguatan harga minyak terjadi saat para investor di pasar keuangan sedang mencermati berbagai sinyal seputar potensi kesepakatan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi geopolitik di wilayah Timur Tengah tersebut menjadi fokus utama pelaku pasar dalam menentukan arah pergerakan harga komoditas global.

Berdasarkan laporan Trading Economics, Menteri Pertahanan Pakistan menyatakan bahwa pihak Washington dan Teheran saat ini hampir mencapai semacam kesepakatan mengenai jalur perdagangan vital Selat Hormuz. Selain itu, laporan media juga menunjukkan bahwa pembicaraan diplomatik antara pihak Iran dan Oman kini telah memasuki tahap lanjut.

Meskipun terdapat perkembangan positif dalam negosiasi tersebut, situasi geopolitik masih dibayangi oleh sikap tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Donald Trump menegaskan bahwa Teheran harus membayar ganti rugi atas korban tewas dalam serangkaian serangan yang terafiliasi dengan Republik Islam Iran.

Pernyataan dari pihak Amerika Serikat tersebut dirilis sebagai tanggapan terhadap deretan tuntutan yang dikeluarkan oleh Iran pada akhir pekan. Tuntutan dari pihak Iran mencakup permintaan kompensasi perang atas berbagai operasi militer yang dijalankan oleh Amerika Serikat dan Israel di wilayah negara tersebut.

Di sisi lain, kondisi pasokan minyak mentah di Amerika Serikat justru mengalami pembengkakan signifikan. Data industri terbaru mencatat persediaan minyak mentah domestik Amerika Serikat melonjak sebesar 9,1 juta barel pada pekan lalu, yang menjadi kenaikan mingguan terbesar sejak Februari.(*)