Pasokan Gas RI Turun, Importir Singapura ini Kaji Opsi Hukum
:
0
Ilustrasi foto: Magnific
EmitenNews.com - Importir gas asal Singapura, Gas Supply Pte Ltd (GSPL), membuka peluang untuk mengambil langkah hukum terhadap pemasok gas asal Indonesia menyusul penurunan volume pengiriman gas alam. Pemotongan pasokan tersebut mencapai sebesar 17 miliar British thermal units per hari (BBTUD) yang berlangsung selama 18 hari.
"Kami memiliki pasokan gas pengganti yang cukup dari sumber lain, termasuk LNG," kata Menteri Tenaga Kerja sekaligus Menteri Kedua Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng dalam keterangan pers mengenai pemotongan pasokan gas pada Minggu (25/10).
Tan sebagaimana dilansir Singapore Business Review menjelaskan bahwa GSPL akan melakukan dialog intensif dengan para pemasok dari Indonesia untuk menentukan apakah pengurangan volume pengiriman tersebut memenuhi unsur pelanggaran kontrak. Jika indikasi pelanggaran terbukti, GSPL dipastikan bakal menempuh upaya hukum komersial yang tersedia sesuai kesepakatan kontrak.
Meskipun terjadi pengurangan pasokan gas dari Indonesia sebesar 17 BBTUD selama 18 hari, pemerintah Singapura menyatakan dampaknya relatif terbatas. Volume pengurangan tersebut mewakili kurang dari 2 persen dari total kebutuhan gas harian sektor energi Singapura.
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan energi nasional, Singapura telah melakukan diversifikasi sumber pasokan gas alam dan menyiapkan fasilitas LNG cadangan. Tan menambahkan bahwa Singapore GasCo siap melakukan impor LNG tambahan jika dibutuhkan oleh pasar domestik.
Selain itu, pemerintah Singapura saat ini sedang membangun terminal LNG kedua serta memperluas diversifikasi bauran energi untuk jangka menengah.
Bagi Indonesia, isu potensi sengketa kontrak pasokan gas lintas negara ini menjadi perhatian penting sektor energi domestik, khususnya terkait keandalan tata kelola ekspor gas alam nasional dan kepastian hukum dengan negara tetangga.(*)
Related News
IHSG Senin Pagi Terkoreksi 0,28% ke 5.423, Simak Proyeksinya
Wall Street Tersungkur, IHSG Melejit
Timur Tengah Belum Reda, Perhatikan Saham Sektor ini
Katalis Domestik di Segara Outflow Asing Rp8T, IHSG Bangkit ke 5.439
IHSG Rebound 4,9% Sepekan, Sudah Balik Arah atau Rawan? Awasi Kuncinya
Investor Cermati Kinerja Emiten Kuartal III





