Pefindo Pertegas Peringkat SGRO idA, Telusuri Sebabnya

Kompleks pabrik besutan Sampoerna Agro. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menegaskan peringkat idA Sampoerna Agro (SGRO) dengan prospek stabil. Peringkat itu, juga berlaku untuk obligasi berkelanjutan I, dan Sukuk Ijarah I terbitan perseroan.
Peringkat itu, mencerminkan profil perkebunan perusahaan baik, operasi hulu terintegrasi, dan permintaan domestik stabil untuk minyak kelapa sawit (CPO). Peringkat itu, dibatasi struktur permodalan, tingkat perlindungan arus kas moderat, paparan terhadap fluktuasi harga komoditas global, dan cuaca tidak menguntungkan.
Peringkat dapat dinaikkan kalau perseroan mampu meningkatkan pertumbuhan produktivitas berkelanjutan atau memperluas area perkebunan, dan meningkatkan integrasi bisnis. Itu juga harus disertai struktur permodalan lebih konservatif, dan perlindungan arus kas lebih kuat.
Peringkat dapat dilorot kalau perusahaan menambah utang jauh lebih besar daripada proyeksi atau jika harga CPO turun secara signifikan dapat melemahkan profil keuangan perusahaan. Berdiri pada 1993, Sampoerna Agro bergerak bisnis perkebunan kelapa sawit, dengan total area perkebunan seluas 132 ribu hektar (ha) per posisi 30 September 2024. Area itu, terdiri dari 82 ribu ha kebun inti, dan 50 ribu ha kebun plasma berlokasi di Sumatra, dan Kalimantan.
Kegiatan bisnis perusahaan meliputi menanam, memanen pohon kelapa sawit hingga produksi CPO, dan inti sawit. Fasilitas produksi perusahaan terdiri dari delapan pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 515 ton tandan buah segar (TBS) per jam. Per 30 September 2024, pemegang saham perusahaan yaitu Twinwood Family Holdings SFO Limited 69,68 persen, dan publik 30,32 persen. (*)
Related News

Kapok Tekor! Laba APEX 2024 Melejit 134 Persen

Tumbuh 16 Persen, ACES 2024 Tabulasi Laba Rp892 Miliar

Melangit 37.380 Persen, Laba LPKR 2024 Tembus Rp18,74 Triliun

CMNP Mau Borong 10 Persen Saham di Pasar, Ini Alasannya

BRI Raih 2 Penghargaan The Asset Triple A atas Konsistensi ESG

Laba Tumbuh Moderat, 2024 Pendapatan BELL Sentuh Rp585 Miliar