Pekan Lalu Terkoreksi, Hari Ini IHSG Berusaha Keluar dari Rentang Konsolidasi
EmitenNews.com - Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 10-14 Januari 2022 relatif bervariasi. Rata-rata nilai transaksi harian bursa tercatat menukik sebesar 13,09 persen menjadi Rp11,531 triliun dari pekan sebelumnya Rp13,267 triliun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat (14/1) ditutup pada zona hijau atau tepatnya berada di level 6.693,401. Namun, secara keseluruhan selama sepekan ini, IHSG mengalami koreksi 0,12 persen dari posisi pekan sebelumnya 6.701,316.
William Surya Wijaya CEO Indosurya Bersinar Sekuritas dalam riset hariannya, Senin (17/1/2022) mengatakan, IHSG hari ini masih terlihat berusaha untuk keluar dari fase konsolidasi wajarnya, momentum koreksi wajar masih bisa dijadikan peluang oleh investor, mengingat dalam jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend dengan peluang yang cukup besar untuk meraih rekor tertinggi sepanjang masanya kembali.
Selain itu jelang rilis data perekonomian neraca perdagangan yang disinyalir berada dalam keadaan stabil akan turut memberi sentimen positif terhadap pergerakan IHSG, demikian juga dengan capital inflow yang masih tercatat secara Ytd, menunjukkan bahwa minat investor asing masih cukup besar ke dalam pasar modal Indonesia, hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat.
"IHSG hari ini sebagai awal dari perdagangan pekan ke 3 tahun 2022, masih bakal bergerak pada rentang konsolidasi pada level support di level 6518 dan resistance di 6725," imbuh William.
Saham-saham pilihan untuk mengawali pekan ini adalah Bank BCA (BBCA), Astra Agro Lestari (AALI), Telkom Indonesia (TLKM), Bank BNI (BBNI), Indofood CBP (ICBP), Summarecon Agung (SMRA) dan Jasa Marga (JSMR).
Related News
Mayoritas Sektor Menguat, IHSG Lompat 1,22 Persen ke Level 8.031
IHSG Bangkit ke 8.012 di Sesi I (9/2), Saham Emas Kompak Terbang
BTN Mantapkan Transformasi sebagai Mitra Finansial Keluarga Indonesia
Produksi Beras Awal 2026 Berpotensi Naik 15,79 Persen
Pertamina-SGN Bangun Pabrik Bioetanol Kapasitas 30 Ribu KL/Tahun
Purbaya Ajak Aparat Pajak Perbaiki Kinerja, Jangan Kalah Sama 'Pemain'





