Peluang Spin Off Bank Emas, Bos Pegadaian Bicara Kondisi Idealnya
:
0
Presiden Prabowo Subianto meresmikan pengoperasian bank emas pada 26 Februari 2025. dok. BRI.
EmitenNews.com - Terbuka peluang bagi PT Pegadaian untuk memisahkan unit usaha atau spin off bullion bank. Itu yang akan dilakukan jika usaha bank emas tersebut mencapai kondisi ideal, terus bertumbuh dan berkontribusi besar terhadap kinerja perusahaan.
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengungkapkan hal tersebut kepada pers, di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2025).
"Bisa kemungkinan spin off kalau besar banget nanti. Tapi, saat ini masih di bawah unit usaha dari Pegadaian. Tapi nanti kalau besar, insya Allah kalau sampai 15%, 20% bisa di-spin off," ucap Dirut Pegadaian Damar Latri Setiawan.
Kemungkinan spin off bullion bank tersebut bersifat jangka panjang. Potensi itu belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat, karena bisnis unit usaha itu, baru berkontribusi kecil yakni di bawah 1% terhadap Pegadaian.
Sejauh ini, bank emas di Pegadaian telah mencatatkan pertumbuhan positif sejak resmi diluncurkan pada Februari 2025. Total emas kelolaan di bullion bank tembus 22,25 ton, dengan jumlah nasabah sebanyak 3,9 juta.
Rinciannya, tabungan emas sebanyak 13,8 ton, deposito emas sebanyak 1,35 ton, trading bullion sebanyak 3,85 ton, serta titipan emas sebanyak 3 ton. Di samping itu, Pegadaian juga mencatatkan pinjaman modal kerja emas senilai Rp451 miliar.
Saat ini pihak Pegadaian tengah mempersiapkan state kedua dari bisnis bullion bank ini. Tahap kedua itu merupakan pengembangan turunan dari bisnis bank emas.
Pada tahap pertama, bank emas Pegadaian itu dengan 4 produk. Yaitu ada deposito, pembiayaan modal kerja, trading, bulion secara fisik, kemudian ada titipan.
“Nantinya, pada state kedua akan berubah produk-produk yang lain yang bisa dimonetize dari bank emas ini," jelas Damar.
Bisa dibilang, investasi emas semakin populer di tengah gejolak domestik dan global. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik 30% secara year to date.
Related News
Ekspor China Catat Rekor Tahunan Tertinggi
Penjualan Properti Residensial Turun 25,67 Persen di Triwulan IV 2025
Stabilisasi Rupiah Sedot Cadangan Devisa RI, Maret Tersisa USD146,2M
Penumpang Pelita Air, Kini Mudah Akses Produk UMKM Mitra Pertamina
Merger BUMN Bebas Pajak, Ternyata Ada Alasan Kuat Menkeu Purbaya
Terus Tertekan, Rupiah Terperosok di Rp17.382 Jelang Akhir Pekan





