EmitenNews.com - Pemilihan Ketua Umum organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan dunia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU telah usai setelah Kyai Yahya Cholil Staquf terpilih dalam muktamar yang dilakukan pada 22-25 Desember 2021 di Provinsi Lampung.


Melihat rekam jejak sejarah. Tokoh NU yang akrab disapa Gus Yahya itu merupakan orang yang menemani Presiden ke 4 Republik Indonesia yaitu Kyai Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Gus Yahya telah lama membersamai Gus Dur jauh sebelum jadi Presiden. Yang menarik adalah pada 23 Juli 2001, Gus Yahya yang saat ini diamanahi jadi Ketum PBNU, adalah Pembaca Dekrit Presiden Gus Dur.


Adapun Wakil Presiden Kyai Ma'ruf Amin yang juga menjadi dewan Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) memberikan pesan kepada Ketua Umum PBNU terpilih. Alhamdulillah, hari ini saya menutup secara resmi Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung. Rangkaian acara yang dimulai sejak 22 Desember 2021 ini berjalan dengan baik, tertib, dan penuh berkah, tulis Kyai Ma'ruf dalam laman Instagram resminya, Sabtu (25/12/2021).


Ke depan, NU memiliki tantangan yang lebih besar. Karena itu, saya yang juga sebagai Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) memberikan saran agar NU menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Terutama generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan bangsa dan agama.


Selain itu, NU juga harus selalu memperbarui khathwah (langkah-langkah atau strategi-strategi) karena zaman akan terus berubah dan tantangan juga berubah sesuai zamannya.


Menjadi tugas kita semua untuk berusaha, berikhtiar, dan bergerak, sementara hasil kita pasrahkan kepada Allah SWT. Yakinlah, bahwa dalam setiap langkah, dalam setiap gerak, selalu ada berkah.


Saya ucapkan selamat kepada KH. Miftahul Achyar yang terpilih sebagai Rais Am melalui musyawarah AHWA dan KH. Yahya Cholil Staquf yang dipilih muktamirin (peserta muktamar) untuk menjalankan tugas sebagai Ketua Tanfidziyah.


"Semoga NU kelak semakin memberikan kemaslahatan pada kehidupan manusia dan peradaban dunia," tutup Kyai Ma'ruf.


Sementara itu, Ketua Umum BPNU terpilih, Kyai Yahya Cholil Staquf dalam sambutannya mengatakan, yang paling awal ingin saya haturkan terima kasih saya adalah kepada guru saya yang mendidik saya menggembleng saya menguji saya tapi juga membukakan jalan untuk saya dan membesarkan saya, Syaikhi wa Maulaya, Profesor Doktor Kiai Haji Said Aqil Siroj.


Saya tidak tahu apakah saya akan cukup umur saya untuk membalas jasa beliau. Keberhasilan adalah karena torehan Kiai Said. Pun jika ada pujian, menurutnya, itu adalah milik Kiai Said.


Kalau ini disebut keberhasilan sesungguhnya ini adalah atsar beliau kalau ada yang patut dipuji dari semua ini pujian itu milik beliau.


terima kasih kepada segenap panitia yang telah bekerja keras dalam menyukseskan jalannya Muktamar Ke-34 NU dengan sebaik-baiknya.


Terima kasih kepada teman-teman yang sudah bekerja keras sama-sama untuk mensukseskan jalannya Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama ini, jajaran panitia, sahabat-sahabat Ansor dan Banser, sahabat-sahabat Fatayat, IPNU, IPPNU, para pimpinan sidang.


Semoga segala niat baik kita sungguh dilihat oleh Allah swt sebagai layak dan patut untuk dijumpai barokah dan pertolongannya sehingga dapat terus melangkah maju untuk mengejar cita-cita luhur masa depan yang mulia bagi Nahdlatul Ulama bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, bagi peradaban umat manusia.


Sementara itu, Kyai Said Aqil Siradj sebagai Ketua Umum PBNU periode 2010 hingga 2020 menyampaikan, "selamat dan saya bangga atas keberhasilan Gus Yahya, beliau adalah cicit dari guru Ayah saya yaitu Kyai Cholil Harun, kakek buyut beliau ini lah yang mengajarkan alfiyah (ilmu bahasa Arab) kepada ayah Saya," tegas Kyai Said.