Pembangkit PLN Butuh 154 Juta Ton Batu Bara, Ternyata Masih Kurang
:
0
Ilustrasi pembangkit listrik PLN. Dok. ICW.
EmitenNews.com - Gawat ini. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat kebutuhan batu bara PT PLN (Persero) mencapai 154 juta ton setahun. Namun, ketersediaan pasokan saat ini masih kekurangan sekitar 20 juta ton karena realisasi kontrak baru menyentuh angka 132 juta ton. Kondisi ini seperti mengkonfirmasi soal PLN kekurangan bahan bakar batu bara untuk menghidupkan pembangkit.
Kepada pers, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (17/6/2026), Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menjelaskan bahwa pemerintah terus berupaya melakukan penyesuaian untuk menutup selisih pasokan energi primer tersebut. Ia menegaskan kementerian tengah melakukan evaluasi menyeluruh agar kebutuhan bahan bakar untuk sistem kelistrikan nasional dapat terpenuhi secara optimal.
"Pak Menteri sampaikan sudah dilakukan evaluasi untuk seluruh kebutuhan PLN, dan itu dipenuhi," ujar.
Pemerintah tengah mengupayakan sinkronisasi antara volume kebutuhan asli PLN dengan komitmen pengadaan dari para produsen batu bara domestik. Hal itu untuk menjamin keandalan suplai listrik bagi masyarakat serta menghindari risiko defisit stok di unit-unit pembangkit.
"Kebutuhan PLN itu adalah 154 juta ton, yang sudah dipenuhi berdasarkan kontrak 132 juta ton. Kekurangan 20 juta ton itu lagi diusahakan, itu penyesuaian," tambahnya.
Bagusnya, pemerintah optimistis kekurangan pasokan tersebut dapat segera teratasi melalui kebijakan penyesuaian produksi dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB). Mulanya, target RKAB untuk tahun ini sekitar 600 juta ton batu bara.
"Ya menyesuaikan dengan kebutuhan di dalam negeri. Itu kan ada DMO yang ditetapkan," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia buka-bukaan mengenai kebutuhan energi primer atau batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PT PLN (Persero). Hal ini menjawab isu terkait kurangnya stok batu bara untuk PLTU PLN.
Menurut Bahlil, kebutuhan energi primer PLN per tahun sebanyak 154 juta ton batu bara. Pemerintah sudah memberikan tugas kepada perusahaan batu bara kurang lebih mencapai 190 juta ton.
"Sudah konfirmasi dari 190 juta ton itu, 150-160 juta ton. Sudah dilakukan kontrak 134 juta ton, artinya dari total kebutuhan PLN 154 juta ton tinggal kurang 20 juta ton yang belum kontrak," urai Bahlil Lahadalia dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR, Senin (15/6/2026).
Related News
Aksi Beli Investor Ritel Angkat Indeks Kospi Tembus Level 8.700
Lawan Arus, Citigroup Justru Prediksi Fed Bakal Pangkas Suku Bunga
Lagi Cari Motor Listrik? Cek Dulu Perang Diskon ini di Jakarta Fair
Dolar Stabil Jelang Keputusan Fed, Pasar Cermati Penjualan Ritel AS
Valuasi SpaceX Melonjak Hingga USD2,6T, Sempat Salip Amazon
Astra Cari Anak Muda Pembawa Perubahan, Dimulai dari Banyuwangi





