Pemerintah Janjikan Percepatan Industri Hilirisasi Batu Bara
:
0
EmitenNews.com - Pemerintah Indonesia saat ini fokus pada pengembangan industri hilir batu bara untuk mengurangi beban impor LPG yang begitu besar setiap tahun, yakni menyentuh 7 juta ton atau senilai Rp80 triliun.
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Air Products berinvestasi US$ 15 miliar atau setara Rp 210 triliun dan sudah merealisasikan investasi tahap pertama senilai US$ 7 miliar atau setara Rp 102 triliun (kurs Rp 14.600/dolar).
Diantaranya untuk sejumlah proyek, yakni pengembangan pabrik pengolahan batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Muara Enim, Sumatra Selatan, serta dua pabrik metanol di Balongan, Jawa Barat, dan Cepu, Jawa Tengah.
Air Products, perusahaan asal Negeri Paman Sam yang bergerak di sektor energi itu, adalah pihak yang memiliki andil besar dalam pengembangan industri hilir batu bara di Muara Enim, Sumatra Selatan, awal tahun ini.
Dana investasi yang tersisa, kata Bahlil, akan digunakan membangun proyek energi hidrogen.
Related News
WISL Siapkan Kas Rp2,12 Triliun Buat Lunasi Utang
BNI Buyback Rp547 Miliar, Durasi Sampai 27 Januari
Bebas HSC, MGLV Kebut Pusat Data, dan Jadwal Right Issue Rp2,53T
Disokong Raksasa Thailand, Bank Permata (BNLI) Mantap di idAAA
Ekspansi Pusat Data, Entitas DSSA Borong Lahan Rp3,1 Triliun
Akselerasi Deposit Emas, Emiten ini Guyur Dana Eksplorasi USD11,4 Juta





