Pemerintah Tambah Subsidi KUR Rp11,9 Tiliun, Periode Januari - Desember 2022

EmitenNews.com - Pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar 3 persen. Tambahan subsidi dinikmati Januari-Desember 2022. Harapannya, sektor UMKM berjalan baik di tengah kenaikan harga komoditas strategis di tingkat konsumsi masyarakat akibat memanasnya perang Rusia-Ukraina. Pemerintah mengeluarkan alokasi tambahan dari APBN untuk subsidi KUR Rp11,9 triliun, di luar pagu anggaran yang telah ditetapkan yakni Rp23,1 triliun.
"UMKM bisa tetap bekerja karena akses modal yang suku bunganya terjaga dengan level rendah, 3 persen karena disubsidi pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Sabtu (16/4/2022).
Untuk menjaga kebijakan itu berjalan baik, pemerintah mengeluarkan alokasi tambahan dari APBN untuk mensubsidi KUR sebanyak Rp11,9 triliun. Jumlah tersebut di luar pagu anggaran yang telah ditetapkan yakni Rp23,1 triliun.
Di sisi lain pemerintah pun mengambil langkah mempertebal berbagai program bantuan sosial. Salah satunya dengan memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Minyak Goreng. Tercatat 20,65 juta keluarga menerima bantuan Rp100.000 selama 3 bulan yang dibayarkan sekaligus, April ini. Selain itu ada 2,5 juta PKL penjual makanan yang berbahan baku minyak goreng mendapatkan BLT dengan besaran dana yang sama.
"Ini untuk melindungi kelompok rentan, sehingga bisa melindungi dan mengurangi tekanan yang dirasakan masyarakat," kata dia.
Program BLT minyak goreng tersebut mengeluarkan anggaran mencapai Rp6,207 triliun. Terdiri atas Rp6,2 triliun untuk penebalan bantuan sosial dan Rp750 miliar untuk PKL penjual makanan. ***
Related News

Ini Klarifikasi Komdigi Soal Isu Pembatasan Ongkir Gratis

Libur Panjang Waisak Dongkrak Okupansi Hotel InJourney

Dukung Diversifikasi Ekspor, LPEI Luncurkan Buku 'Road to Rotterdam'

Kontribusi Ekonomi Syariah Indonesia Masih di Bawah 10 Persen

Emas Terbukti Jadi Aset Stabil Saat Krisis dan untuk Simpan Nilai

Sejumlah Kebijakan Disiapkan untuk Jaga Pertumbuhan Tetap 5 Persen